Target Jelang Ramadan, Korban Banjir Sumatra Pindah dari Pengungsian

Warga terdampak banjir dan longsor di Bener Meriah dan Aceh Tengah melintasi akses jalan darurat yang rusak, sembari mengangkut logistik dan barang kebutuhan harian. Foto: Kiriman Warga.

JAKARTA, mulamula.idPemerintah mulai menggeser fokus dari tanggap darurat ke pemulihan awal. Targetnya, warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diharapkan sudah bisa menempati hunian sementara sebelum Ramadan tiba.

Harapan itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto, dan kini menjadi arah kerja lintas kementerian serta pemerintah daerah. Negara ingin memastikan korban bencana tak terlalu lama bertahan di pengungsian, apalagi menjelang bulan ibadah.

“Presiden berharap sebelum Ramadan, warga terdampak sudah bisa pindah ke hunian sementara, seiring pembersihan lahan yang terus dipercepat,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta.

Kejar Waktu, Kejar Rasa Aman

Masuk fase akhir tanggap darurat, pemerintah mulai tancap gas. Pembangunan hunian sementara (huntara) dipercepat. Di beberapa titik, bahkan sudah mulai disiapkan hunian tetap.

Baca juga: Penanganan Bencana Aceh Disorot, Mendagri Minta Maaf

Langkah ini bukan sekadar soal atap dan dinding. Pemerintah ingin memastikan warga bisa kembali menjalani hidup dengan lebih layak dan aman, tanpa terus dibayangi risiko bencana lanjutan.

Karena itu, pemilihan lokasi hunian menjadi krusial.

Tak Sekadar Cepat, Harus Aman

BNPB menegaskan, ada dua syarat utama dalam penentuan lokasi huntara dan hunian tetap. Pertama, status lahan harus jelas dan tidak bermasalah. Kedua, lokasinya tidak boleh berada di zona rawan bencana.

“Bencana itu berulang. Kalau hari ini terjadi di satu kawasan, bukan tidak mungkin akan terulang di tempat yang sama,” kata Abdul.

Prinsip ini jadi penting, agar relokasi tidak berubah menjadi lingkaran masalah baru di masa depan.

Progres di Tiga Provinsi

Di Aceh, proses penyediaan lahan huntara sudah berjalan di lima kabupaten/kota. Mulai dari identifikasi lokasi, pematangan lahan, hingga pengurusan status hukum tanah.

Sumatera Utara mencatat progres di tiga kabupaten/kota. Dua di antaranya bahkan sudah masuk tahap peletakan batu pertama.

Baca juga: Korporasi Pembuat Bencana Sumatra Kini Wajib Pulihkan Lingkungan

Sementara di Sumatera Barat, enam kabupaten/kota telah menyelesaikan pematangan lahan dan siap melangkah ke tahap berikutnya.

Akses Belum Pulih, Pemulihan Tetap Jalan

Meski di sejumlah wilayah Aceh, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Timur, akses jalan, komunikasi, dan energi masih dalam pemulihan, pemerintah tak ingin menunggu terlalu lama.

Baca juga: Menembus Jalan Runtuh, Relawan Mengantar Harapan ke Gayo

Pendampingan terus dilakukan agar transisi dari darurat ke pemulihan awal bisa dipercepat.

Targetnya ambisius. Akhir Desember ini, seluruh daerah terdampak diharapkan sudah resmi masuk fase early recovery.

Jika berjalan sesuai rencana, Ramadan tahun ini tak lagi dilewati di tenda pengungsian, melainkan di hunian yang lebih aman dan manusiawi. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *