
HARI ini, kalender kembali ke angka satu.
Satu dari 365 hari yang akan kita lewati di tahun 2026.
Di hari pertama seperti ini, waktu terasa sedikit lebih pelan.
Belum ada kepastian. Belum ada jawaban. Yang ada hanya harapan, dan banyak tanda tanya.
Ketika Waktu Masih Sepi
Kita tidak tahu apa yang akan melintang di depan.
Apa yang akan merintangi langkah.
Apa yang akan menguatkan, atau justru menguji.
Semua masih rahasia.
Hanya Yang Maha Mengetahui yang benar-benar paham bagaimana tahun ini akan berjalan.
Sebagai manusia, kita hanya bisa melakukan satu hal yang paling masuk akal, mendoakan yang terbaik.
Untuk diri sendiri.
Untuk orang-orang terdekat.
Dan, jika hati kita cukup lapang, untuk bangsa, negara, dan mereka yang sedang memimpin.
Membawa Luka, Membawa Bangga
Ada yang datang ke 2026 dengan luka.
Kegagalan di 2025 masih terasa segar.
Ada juga yang datang dengan senyum kemenangan, membawa cerita sukses dari tahun lalu.
Keduanya sama-sama manusiawi.
Tapi keduanya juga menyimpan jebakan.
Baca juga: Aksara: Kita Ganti Tahun, tapi Pikiran Tetap Sama
Kegagalan bisa berubah menjadi trauma jika terus diseret ke depan.
Kesuksesan bisa berubah menjadi kesombongan jika terlalu lama dipeluk.
Padahal hidup tidak pernah berhenti di satu titik.
Hidup selalu bergerak. Kadang naik, kadang jatuh. Kadang terang, kadang gelap.
Takdir yang Tak Bisa Dipesan
Di sinilah kita diingatkan pada satu kenyataan sederhana,
takdir tidak bisa dipesan sesuai selera.
Namun dalam keyakinan kita, ada pengingat yang menenangkan. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa tidak ada yang bisa menolak bencana kecuali doa, dan tidak ada yang bisa memperpanjang usia kecuali kebaikan.
Baca juga: Aksara: Dunia yang Mencari Kebenaran di Kolom Komentar
Pesannya terasa dekat.
Doa bukan pelarian.
Kebaikan bukan basa-basi.
Keduanya adalah cara paling manusiawi untuk bertahan di tengah ketidakpastian.
Menjaga Arah di Tahun Baru
Tahun Kuda Api sering digambarkan penuh energi dan dorongan besar. Tapi energi tanpa arah bisa berubah jadi kelelahan. Dorongan tanpa kebijaksanaan bisa berujung luka.
Mungkin itu sebabnya, di awal tahun seperti ini, kita tidak perlu janji yang terlalu besar.
Cukup niat yang jujur.
Langkah kecil yang konsisten.
Dan hati yang tidak mudah mengeras.

Kita tidak pernah tahu apa yang menunggu di bulan keempat, keenam, atau kesepuluh tahun ini.
Tapi kita selalu punya pilihan tentang bagaimana menjalaninya.
Tidak pongah saat berhasil.
Tidak runtuh saat gagal.
Di tahun yang masih sepenuhnya kosong ini,
pertanyaannya bukan apa yang akan terjadi,
melainkan, orang seperti apa yang ingin kita tetap jadi, apa pun yang terjadi?
Salam literasi.
Catatan Redaksi
- Aksara adalah rubrik khusus mulamula.id yang hadir setiap akhir pekan untuk menggugah publik agar kembali ke khitah ilmu, yakni membaca, memahami, dan berpikir. Lewat tulisan reflektif, satir, hingga inspiratif, Aksara mengingatkan bahwa peradaban besar tidak lahir dari kecepatan scroll, tapi dari halaman yang dibaca dengan sabar.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.
Dukung Jurnalisme Kami: https://saweria.co/PTMULAMULAMEDIA