Tujuh Kali Terpilih, Museveni Perpanjang Kekuasaan Hampir 40 Tahun di Uganda

Presiden Uganda Yoweri Museveni berpidato saat kampanye pemilu menjelang pemungutan suara nasional. Foto: @KagutaMuseveni.

Mulamula.id Yoweri Museveni kembali menang pemilu presiden Uganda. Kemenangan ketujuh ini membuatnya berkuasa hampir 40 tahun tanpa putus sejak 1986. Namun, hasil pemilu diumumkan di tengah tudingan intimidasi, penangkapan oposisi, dan pengerahan besar-besaran aparat keamanan.

Komisi Pemilihan Umum Uganda menyebut Museveni, yang kini berusia 81 tahun, meraih 71,65 persen suara dalam pemilihan yang digelar Kamis (15/1). Kemenangan ini memperpanjang kekuasaan mantan pejuang gerilya itu hingga memasuki dekade keempat pemerintahannya.

Namun, pemilu kali ini berlangsung dalam suasana tegang.

Pemilu di Tengah Tekanan

Sejumlah pengamat Afrika menilai penangkapan dan penculikan menjelang pemungutan suara telah menanamkan rasa takut di kalangan oposisi dan masyarakat sipil. Setidaknya 10 orang dilaporkan tewas dalam rangkaian kekerasan sebelum dan sesudah pemilu.

Aparat keamanan dikerahkan besar-besaran di sekitar Kampala, ibu kota Uganda. Pemerintah disebut berupaya mencegah protes meluas, menyusul gelombang demonstrasi yang sebelumnya mengguncang negara tetangga, Kenya dan Tanzania.

Bobi Wine Kembali Kalah

Museveni kembali mengalahkan Bobi Wine, tokoh oposisi utama yang dikenal sebagai mantan penyanyi. Wine, 43 tahun, meraih 24,72 persen suara.

Ia kerap menyebut dirinya sebagai “presiden ghetto”, merujuk pada latar belakangnya yang tumbuh di kawasan kumuh Kampala. Sejak terjun ke politik, Wine berulang kali berhadapan dengan tekanan negara.

Setelah pengumuman hasil pemilu, Wine menyatakan “penolakan total terhadap hasil palsu” dan mengaku bersembunyi setelah rumahnya didatangi aparat keamanan.

“Saya tahu mereka mencari saya di mana-mana dan saya berusaha sebaik mungkin untuk tetap aman,” tulis Wine di media sosial X.

Bobi Wine menyapa pendukung saat kampanye pemilu presiden Uganda. Foto: @HEBobiwine.

Polisi Uganda membantah adanya penggerebekan. Namun, mereka mengakui adanya pengerahan pasukan di sekitar kediaman Wine untuk mencegah potensi kekerasan.

Internet Dipadamkan

Ketegangan meningkat setelah internet di Uganda sempat dipadamkan sejak Selasa. Partai Wine, National Unity Platform, menuding pemadaman itu digunakan untuk menutupi kecurangan dan membatasi koordinasi oposisi.

Akses internet baru dipulihkan pada Sabtu (17/1) malam. Pengamat pemilu Afrika menyatakan tidak menemukan bukti manipulasi penghitungan suara. Namun, mereka mengecam laporan intimidasi, penangkapan, dan penculikan yang menargetkan oposisi dan masyarakat sipil.

Stabilitas Versus Demokrasi

Bagi sebagian warga Uganda, Museveni masih dipuji sebagai sosok yang mengakhiri kekacauan pasca-kemerdekaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Saya senang dia menang. Kemenangan ini hasil kerja keras dan dedikasinya untuk rakyat Uganda,” kata Isaac Kamba, seorang guru berusia 37 tahun, dalam demonstrasi pro-pemerintah di Kampala, seperti dikutip berbagai media lokal.

Namun, kritik terhadap Museveni terus menguat. Sejumlah skandal korupsi mencuat. Ruang kritik dinilai makin menyempit. Tokoh oposisi senior Kizza Besigye bahkan dilaporkan diculik di Kenya pada 2024 dan diadili di pengadilan militer Uganda atas tuduhan pengkhianatan.

Presiden Uganda Yoweri Museveni menghadiri acara resmi di Kampala usai kampanye nasional di 143 distrik. Foto: @KagutaMuseveni.
Pemimpin yang Enggan Pergi

Ironisnya, Museveni pernah menulis bahwa masalah Afrika bukan pada rakyatnya, melainkan pada para pemimpin yang terlalu lama berkuasa.

Kini, pernyataan itu kembali dipertanyakan. Pada 2005, batas masa jabatan presiden dihapus dari konstitusi. Pada 2017, batas usia calon presiden juga dihilangkan, langkah yang sempat memicu kericuhan di parlemen.

Hampir empat dekade sejak merebut Kampala lewat perjuangan bersenjata, Museveni masih bertahan di kursi kekuasaan. Kemenangan ketujuhnya bukan sekadar hasil pemilu, melainkan cermin dari demokrasi Uganda yang terus bergulat antara stabilitas dan kebebasan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *