UI Buka Jurusan AI, Mahasiswa Disiapkan Bangun Otak Mesin

Suasana perkuliahan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia yang kini membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (AI). Foto: Dok. Fasilkom UI.

JAKARTA, mulamula.idKecerdasan buatan bukan lagi sekadar tren. Sekarang sudah jadi jurusan kuliah. Universitas Indonesia (UI) resmi membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial (AI) di bawah Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom). Langkah ini menandai babak baru pendidikan tinggi di Indonesia, di tengah ledakan teknologi AI global.

Bukan jurusan instan. Bukan juga sekadar belajar bikin prompt. UI menyiapkan fondasi teknis yang dalam. Mahasiswa akan belajar membangun sistem AI dari nol, bukan hanya jadi pengguna teknologi.

Dosen AI-nya Bukan Main

Pengajarnya datang langsung dari barisan peneliti AI terbaik Fasilkom UI. Dari total dosen yang punya keahlian AI dan data sains, 16 orang diproyeksikan aktif mengajar di prodi ini.

Semua bergelar doktor. Bahkan ada satu nama penting, Prof. Wisnu Jatmiko, Guru Besar AI pertama di Indonesia.

Baca juga: Di Usia 15 Tahun, Laurent Simons Sudah Doktor Fisika Kuantum

Artinya, mahasiswa tidak cuma diajar teori. Mereka belajar langsung dari orang yang membangun riset AI di level nasional.

Kurikulumnya Berat, tapi Relevan

Jurusan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri, bukan sekadar ikut hype.

Mahasiswa akan digembleng lewat tiga fondasi besar:

1. Fondasi Matematika & Logika
Kalkulus, aljabar linear, statistik, probabilitas. Ini otot utama AI.

2. Inti Kecerdasan Buatan
Machine learning, deep learning, computer vision, natural language processing, sampai generative AI. Tapi tetap dibarengi AI Ethics, karena AI tanpa etika itu bahaya.

3. Rekayasa Sistem AI
Bukan cuma bikin model, tapi juga belajar database, data engineering, arsitektur sistem, jaringan komputer, sampai AI Product Design dan proyek pengembangan produk AI.

Mahasiswa juga wajib magang, riset, dan menyusun skripsi. Jadi bukan lulusan “teori doang”.

Prof. Wisnu Jatmiko, Guru Besar AI pertama di Indonesia, menjadi salah satu pengajar di Program Studi Kecerdasan Artifisial UI. Foto: Dok. Fasilkom UI.
Lahir dari Kebutuhan Nyata Industri

Cikal bakal jurusan ini sudah dibahas sejak pandemi. Saat itu, Fasilkom UI mulai memperkuat infrastruktur AI, termasuk menghadirkan mesin komputasi kelas dunia seperti NVIDIA DGX A100.

Dari situ, diskusi berkembang. Industri butuh talenta AI. Alumni dan mitra industri dilibatkan. Kurikulum mulai dirancang serius pada 2024, lalu mendapat persetujuan Senat Akademik UI pada 2025.

Baca juga: AI Haus Listrik, Mengapa Google Kini Membeli Pembangkit Energi

Prodi ini juga membandingkan diri dengan jurusan AI di luar negeri. Hasilnya, UI memilih fokus pada AI modeling dan AI-based system engineering. Jadi lulusannya bisa membangun sistem, bukan cuma pakai tools.

Bukan Cuma Prompt Engineer

UI menegaskan, lulusan prodi AI ini tidak disiapkan hanya untuk jadi “prompt engineer”. Mereka dilatih untuk menyelesaikan masalah nyata dengan AI. Dan tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan AI generatif seperti ChatGPT.

Baca juga: Jenius Tak Selalu Bakat Bawaan, Ini Kata Sains

Banyak kasus butuh model khusus. Butuh rekayasa sistem. Butuh pemahaman data yang dalam. Di situlah lulusan AI UI diharapkan bermain.

Sinyal Kuat Arah Pendidikan Masa Depan

Langkah UI membuka jurusan AI menunjukkan bahwa pendidikan tinggi mulai beradaptasi dengan perubahan zaman. AI bukan lagi materi tambahan. Ia sudah jadi disiplin inti.

Baca juga: Indonesia, “Raja Hacker” Baru di Internet Dunia

Bagi Gen Z yang tumbuh bersama teknologi, ini bisa jadi jalur karier masa depan. Bukan cuma kerja di startup, tapi juga di kesehatan, keuangan, manufaktur, transportasi, bahkan kebijakan publik.

AI akan ada di mana-mana. Dan UI ingin menyiapkan orang-orang yang mengendalikan teknologinya, bukan sekadar menggunakannya. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *