
JAKARTA, mulamula.id – Pasar modal Indonesia lagi dibenahi besar-besaran. Bukan tambal sulam. Kali ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bareng pemerintah dan pelaku industri menyiapkan delapan langkah reformasi untuk bikin bursa makin likuid, transparan, dan dipercaya investor global.
Pesannya, Indonesia ingin naik kelas di mata dunia.
Komitmen itu disampaikan dalam dialog pasar modal di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). OJK menyebut reformasi ini akan mengikuti standar global dan menjawab ekspektasi penyedia indeks dunia seperti MSCI.
Target akhirnya bukan cuma citra. Tapi, modal masuk lebih deras dan pasar modal jadi mesin pembiayaan ekonomi nasional.
1️⃣ Free Float Naik, Saham Makin “Hidup”
Langkah pertama yang paling terasa, batas minimum free float dinaikkan jadi 15%.
Sekarang, banyak saham beredar tipis. Akibatnya, likuiditas rendah dan harga gampang digerakkan segelintir pihak. Dengan porsi saham publik lebih besar, perdagangan diharapkan lebih aktif dan sehat.
Baca juga: Empat Bos OJK Mundur Sehari, Pasar Modal RI Lagi Kenapa?
Untuk IPO baru, angka 15% bisa langsung diterapkan. Emiten lama diberi masa transisi.
Ini sinyal bahwa Indonesia ingin sejajar dengan praktik global.
2️⃣ Bongkar Transparansi Pemilik Sebenarnya
OJK juga menyorot isu yang sensitif, siapa sebenarnya pemilik di balik saham?
Regulator akan memperkuat transparansi Ultimate Beneficial Owner (UBO) alias pemilik manfaat akhir. Termasuk keterbukaan hubungan afiliasi antar pemegang saham.
Buat investor global, ini penting. Mereka tidak hanya melihat potensi untung, tapi juga struktur kepemilikan yang jelas dan bersih.
3️⃣ Data Investor Dibikin Lebih Detail
Bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), OJK akan memperbaiki kualitas data kepemilikan saham.
Baca juga: Setelah Diperingatkan MSCI, Ini Jurus Otoritas Selamatkan Reputasi Pasar Modal RI
Datanya akan lebih rinci. Kategori investor akan diperjelas. BEI nantinya bisa mempublikasikan informasi yang lebih akurat soal siapa yang benar-benar aktif di pasar.
Bagi pasar modern, data adalah fondasi kepercayaan.
4️⃣ BEI Menuju Demutualisasi
Langkah besar berikutnya, demutualisasi BEI.
Artinya, bursa tidak lagi dimiliki oleh anggotanya sendiri seperti model lama. Struktur ini dinilai bisa menimbulkan konflik kepentingan. Dengan demutualisasi, tata kelola diharapkan lebih independen dan profesional.
Proses ini masih dibahas OJK bersama pemerintah dan BEI.
5️⃣ Penegakan Hukum Diperketat
Manipulasi saham, gorengan, informasi menyesatkan, semua itu masuk radar.
OJK menegaskan akan memperkuat enforcement terhadap pelanggaran di pasar modal. Fokusnya melindungi investor ritel yang sering jadi korban permainan pihak besar.
Baca juga: Ada Apa dengan Pasar Modal Indonesia di Mata Dunia?
Pesannya sederhana, pasar harus adil, bukan arena tipu-tipu.
6️⃣ Direksi & Komisaris Wajib Upgrade Ilmu
Tata kelola emiten juga disentuh. Direksi, komisaris, sampai komite audit akan didorong ikut pendidikan berkelanjutan. Penyusun laporan keuangan emiten juga diwajibkan punya sertifikasi.
Tujuannya jelas, laporan keuangan tidak boleh asal jadi. Standarnya harus naik.
7️⃣ Pasar Modal Disinergikan dengan Kebijakan Negara
OJK akan memperdalam pasar modal lewat sinergi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
Pasar modal didorong jadi sumber pembiayaan jangka panjang. Bukan cuma tempat orang trading harian.
8️⃣ Semua Stakeholder Diajak Bergerak Bareng
Reformasi ini tidak bisa jalan sendiri. OJK menekankan kolaborasi dengan pemerintah, SRO, pelaku industri, hingga investor.
Dukungan juga datang dari kalangan pelaku usaha. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menekankan bahwa kualitas dan akuntabilitas bursa adalah fondasi utama pasar modal yang kuat.
Baca juga: Free Float Naik 15%, OJK Benahi Pasar Saham
Sementara BEI menyatakan siap meningkatkan keterbukaan demi menarik lebih banyak investor asing.
Kenapa Ini Penting Buat Anak Muda?
Buat Gen Z yang mulai investasi saham, reksa dana, atau ETF, reformasi ini berarti:
- Pasar lebih transparan
- Risiko manipulasi ditekan
- Likuiditas makin baik
- Kepercayaan global naik
Kalau kepercayaan naik, dana asing masuk. Kalau dana masuk, pasar lebih stabil. Ujungnya, peluang investasi jangka panjang ikut membesar.
Pasar modal bukan cuma urusan konglomerat. Ini juga soal masa depan keuangan generasi muda. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.