MRT Jakarta Menuju Kota Tua, Proyek Fase 2A Tembus 57 Persen

Jalur rel MRT Jakarta fase 2A di area konstruksi terowongan bawah tanah. Proyek jalur Bundaran HI–Kota kini telah melewati lebih dari separuh tahap pembangunan. Foto: MRT Jakarta.

JAKARTA, mulamula.id – Di bawah jalan-jalan sibuk Jakarta, mesin bor raksasa terus bekerja. Terowongan digali perlahan, beton dilapisi, rel mulai dipasang. Kota ini sedang membangun jalur transportasi masa depannya.

Proyek MRT Jakarta fase 2A, yang akan menghubungkan Bundaran HI hingga kawasan Kota Tua, kini telah melewati separuh perjalanan konstruksi.

Per Februari 2026, progres pembangunan mencapai 57,87 persen, sedikit melampaui target yang dipatok pada periode yang sama, yakni 56,01 persen.

Angka-angka perkembangan proyek ini juga tercatat dalam laporan resmi yang dipublikasikan di laman MRT Jakarta.

Jika semua berjalan sesuai rencana, segmen Bundaran HI–Monas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027, sementara jalur hingga Stasiun Kota dijadwalkan selesai pada 2029.

Stasiun Mulai Masuk Tahap Akhir

Kemajuan paling terlihat terjadi pada paket konstruksi CP201, yang mencakup pembangunan Stasiun Thamrin dan Monas.

Progres pekerjaan di paket ini telah mencapai 91,96 persen. Artinya, sebagian besar pekerjaan struktur sudah selesai dan proyek mulai masuk tahap penyelesaian akhir.

Baca juga: Dukuh Atas Bakal Punya Jembatan Pejalan Kaki, MRT Jakarta Satukan Semua Moda

i dalam stasiun, tim konstruksi kini memasang travelator, elevator, dan eskalator. Pekerjaan finishing seperti pelapisan lantai epoxy serta penataan ruang stasiun juga mulai dilakukan.

Di permukaan jalan, area pejalan kaki di sekitar proyek mulai dipulihkan kembali agar dapat digunakan masyarakat secara bertahap.

Segmen Bundaran HI–Monas ini ditargetkan menjadi bagian pertama MRT fase 2A yang beroperasi pada 2027.

Suasana pembangunan terowongan bawah tanah MRT Jakarta fase 2A di jalur utara–selatan. Foto: Irwan Citrajaya/ MRT Jakarta.
Terowongan MRT Terus Digali

Sementara itu, pekerjaan besar masih berlangsung di paket konstruksi CP202, yang mencakup pembangunan terowongan MRT serta Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar.

Progresnya sudah mencapai 63,44 persen, sedikit lebih cepat dari target yang ditetapkan.

Konstruksi di kawasan ini termasuk yang paling kompleks dalam proyek MRT Jakarta. Beberapa stasiun dirancang hingga empat tingkat di bawah tanah, menjadikannya salah satu struktur transportasi bawah tanah paling dalam di Indonesia.

Baca juga: MRT Bikin Mal Jakarta Naik Kelas

Berbagai pekerjaan teknis masih berlangsung, mulai dari pemasangan waterproofing, pengecoran beton pelindung, instalasi pipa, hingga sistem mekanikal dan elektrikal.

Mesin bor terowongan atau tunnel boring machine (TBM) juga masih aktif menggali jalur dari Sawah Besar menuju Mangga Besar.

Menuju Stasiun Kota dan Glodok

Di bagian utara jalur, pembangunan Stasiun Kota dan Glodok juga menunjukkan perkembangan pesat.

Paket konstruksi CP203 kini telah mencapai 83,28 persen, melampaui target 81,93 persen.

Pekerjaan yang berlangsung meliputi instalasi pipa dan kabel, pengecatan, plastering, hingga pemasangan panel aluminium composite pada dinding stasiun.

Segmen ini nantinya akan membawa MRT Jakarta langsung ke kawasan Kota Tua, salah satu pusat sejarah sekaligus destinasi wisata penting di ibu kota.

Rel MRT Mulai Dipasang

Di luar pekerjaan terowongan dan stasiun, pembangunan sistem perkeretaapian juga mulai bergerak.

Paket CP205, yang mencakup pemasangan rel dan sistem jalur kereta, kini telah mencapai 36,82 persen, jauh di atas target 31,35 persen.

Pengelasan rel menggunakan metode flashbutt welding sudah selesai dilakukan. Tim konstruksi juga mulai melakukan pengecoran track bed, yaitu fondasi tempat rel dipasang.

Pekerja menyelesaikan pembangunan akses masuk Stasiun Monas pada proyek MRT Jakarta fase 2A. Foto: PT MRT Jakarta.

Hingga akhir Februari, pengecoran track bed di segmen Bundaran HI–Monas telah mencapai 698 meter.

Sementara itu, pengadaan kereta untuk jalur ini masih berada pada tahap inception design, dan beberapa paket lainnya masih dalam proses pengadaan kontrak.

Jalur Baru 5,8 Kilometer

Fase 2A MRT Jakarta akan membentang sepanjang sekitar 5,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Kota.

Jalur ini akan memiliki tujuh stasiun bawah tanah, yaitu:

  • Thamrin
  • Monas
  • Harmoni
  • Sawah Besar
  • Mangga Besar
  • Glodok
  • Kota

Pembangunan fase ini dibagi menjadi dua segmen:

  • Bundaran HI–Harmoni, target operasi 2027
  • Harmoni–Kota, target operasi 2029

Total investasi proyek mencapai sekitar Rp25,3 triliun, melalui kerja sama pembiayaan antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Kawasan Berorientasi Transit

Berbeda dengan fase pertama MRT Jakarta, pembangunan fase 2A juga disertai pengembangan kawasan sekitar stasiun.

Konsep ini dikenal sebagai Transit-Oriented Development (TOD), kawasan yang menggabungkan transportasi publik, ruang pejalan kaki, aktivitas ekonomi, dan ruang publik dalam satu ekosistem kota.

Baca juga: Gantungan Kunci Jadi Tiket MRT, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dengan konsep ini, MRT Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai jalur kereta bawah tanah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mengubah pola mobilitas kota.

Jika seluruh fase 2A selesai sesuai jadwal, MRT Jakarta akan memperpanjang jalur utara–selatan hingga kawasan Kota Tua. Saat ini MRT Jakarta melayani rute Fase 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) sepanjang sekitar 16 kilometer dengan 13 stasiun. Kehadiran jalur baru menuju Kota akan memperluas jaringan transportasi bawah tanah yang menjadi tulang punggung mobilitas publik di ibu kota. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *