
Jakarta justru membuka peluang wisata dan diskon besar saat warganya pulang kampung.
JAKARTA, mulamula.id – Libur Lebaran biasanya identik dengan kota yang ditinggalkan penghuninya. Namun tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencoba membalik cerita itu.
Pemprov DKI meluncurkan program bertajuk “Mudik ke Jakarta”, sebuah kampanye yang mengajak masyarakat datang ke ibu kota untuk berwisata dan berbelanja saat banyak warga Jakarta pulang kampung.
Program ini membawa slogan yang cukup berani, “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang.”
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, program ini dirancang untuk menjaga aktivitas ekonomi Jakarta tetap bergerak selama musim mudik Lebaran.
Baca juga: MRT Bikin Mal Jakarta Naik Kelas
“Kita sudah sepakati tagline utamanya, ‘Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang.’ Kenapa itu kami lakukan? Karena kami meyakini mudik tetap terjadi dan jumlahnya pasti banyak,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3).
Ketika Jakarta Menjadi Kota Wisata
Selama periode mudik Lebaran, Jakarta biasanya berubah drastis. Jalanan lebih lengang. Kemacetan berkurang. Ritme kota terasa lebih santai.
Situasi ini justru dianggap sebagai peluang.
Baca juga: Pasar Jakarta Mau Setara Tokyo dan Bangkok. Mungkinkah?
Pemprov DKI melihat momentum tersebut sebagai kesempatan bagi wisatawan domestik untuk menikmati Jakarta tanpa hiruk-pikuk biasanya. Warga dari daerah sekitar Jabodetabek atau kota lain bisa datang untuk menikmati pusat hiburan, kuliner, hingga destinasi wisata kota.
Dengan kondisi lalu lintas yang lebih sepi, mobilitas di ibu kota diperkirakan menjadi jauh lebih nyaman.
Diskon Besar di Pusat Perbelanjaan
Salah satu daya tarik utama dari program “Mudik ke Jakarta” adalah festival belanja Ramadan dan Lebaran yang digelar di berbagai pusat perbelanjaan.
Pemprov DKI menggandeng sejumlah mal dan pusat retail untuk memberikan promo besar.
Diskon yang ditawarkan bahkan cukup ekstrem. Beberapa pusat perbelanjaan disebut akan memberikan potongan harga hingga 80 persen. “Ada diskon 80 persen, 70 persen, ada Ramadan Sale, dan sebagainya,” kata Pramono.
Baca juga: Minggu Pagi di Istana: Upacara Paspampres Jadi Tontonan Baru Warga Jakarta
Program diskon ini berlangsung cukup panjang, yakni 4 Maret hingga 31 Maret, sehingga memberi waktu luas bagi masyarakat untuk berburu promo.
Strategi ini juga diharapkan menjaga perputaran uang di sektor retail Jakarta selama periode mudik.
Mudik Tetap Difasilitasi
Meski mengajak orang datang ke Jakarta, Pemprov DKI tetap menyiapkan fasilitas bagi warga yang ingin pulang kampung.
Pemerintah daerah memastikan berbagai program mudik gratis tetap berjalan. Termasuk pengecekan kelayakan bus dan dukungan transportasi untuk masyarakat.
Menurut Pramono, kedua program ini tidak saling bertentangan. Mudik tetap difasilitasi, sementara kota juga dibuka bagi wisatawan yang ingin menikmati Jakarta yang lebih santai. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.