
JAKARTA, mulamula.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan perayaan malam takbiran yang berbeda tahun ini. Jalan utama ibu kota akan ditutup untuk kendaraan. Warga diberi ruang untuk merayakan Lebaran dengan lebih bebas dan meriah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan akan ada car free night di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Sudirman. Kebijakan ini berlaku pada malam Idul Fitri, sekaligus menjadi ruang publik bagi warga yang ingin merayakan takbiran di tengah kota.
Tak hanya itu, pawai obor juga diizinkan. Sekitar 5.000 peserta diperkirakan akan ikut meramaikan malam takbiran. Pemerintah membuka ruang selebar-lebarnya agar tradisi tetap hidup, namun tetap dalam pengawasan.
“Ini bagian dari upaya menghadirkan Idul Fitri yang berkesan bagi semua warga Jakarta,” ujar Pramono.
Transportasi Gratis Dua Hari
Kebijakan lain yang cukup menarik adalah transportasi umum gratis selama dua hari saat Lebaran. Semua moda yang dikelola Pemprov DKI Jakarta akan dibebaskan tarifnya.
Mulai dari MRT, LRT, Transjakarta, TransJabodebek, hingga Mikrotrans dan JakLingko, semuanya bisa digunakan tanpa biaya.
Baca juga: 1,1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Arus Mudik Mulai Memuncak Lebih Cepat
Langkah ini bukan sekadar layanan. Ini juga strategi untuk menjaga mobilitas warga tetap lancar di tengah libur panjang.
Wisata Gratis untuk Warga
Bagi warga yang tidak mudik, Pemprov DKI juga menyiapkan opsi hiburan. Sejumlah destinasi wisata utama di Jakarta akan dibuka gratis, terutama bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Baca juga: Jakarta Terik Beberapa Hari Terakhir, BMKG Ungkap Penyebabnya
Tempat-tempat seperti Ancol, Monas, dan Ragunan masuk dalam daftar lokasi yang bisa diakses tanpa biaya.

Kebijakan ini sejalan dengan tema yang diusung tahun ini, “Mudik ke Jakarta.” Pesannya jelas, Lebaran di ibu kota tetap bisa terasa hangat dan menyenangkan.
Diskon hingga 70 Persen
Tak berhenti di situ, pemerintah juga menggandeng pusat perbelanjaan dan sektor perhotelan. Beberapa insentif pajak diberikan untuk mendorong aktivitas ekonomi selama Lebaran.
Hasilnya, akan ada program diskon besar-besaran hingga 70 persen di berbagai pusat belanja.
Baca juga: “Mudik ke Jakarta”: Saat Ibu Kota Sepi, Pemprov Ajak Warga Liburan dan Belanja
Langkah ini diharapkan bisa mendorong konsumsi domestik sekaligus menghidupkan kembali pergerakan ekonomi kota saat libur panjang.
Lebaran Tanpa Harus Pulang
Rangkaian kebijakan ini menunjukkan satu arah yang jelas. Jakarta ingin menjadi kota yang tetap hidup saat Lebaran.
Bagi mereka yang tidak mudik, pilihan tetap tersedia. Dari jalanan yang berubah jadi ruang publik, transportasi gratis, hingga wisata dan diskon besar.
Lebaran kali ini, Jakarta tidak hanya jadi kota yang ditinggalkan. Tapi juga kota yang dirayakan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.