Pink Moon April 2026, Fenomena Purnama yang Sering Disalahpahami

Fenomena purnama yang tampak kemerahan saat dekat horizon akibat efek atmosfer. Foto: Ilustrasi/ Emilio Garcia/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Langit malam awal April 2026 akan menghadirkan satu momen yang sayang dilewatkan. Fenomena ini dikenal dengan nama Pink Moon, fase purnama yang membuat Bulan tampak bulat sempurna dari Bumi.

Namanya terdengar unik. Bahkan terkesan magis. Tapi, ada satu hal yang perlu diluruskan, bulan tidak benar-benar berubah warna menjadi pink.

Bukan Pink, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pink Moon pada dasarnya adalah fase Bulan purnama biasa. Secara posisi, Bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi terhadap Matahari. Akibatnya, seluruh permukaannya terlihat terang.

Mengutip SeaSky.org, puncak fase purnama ini terjadi pada 2 April 2026 sekitar pukul 09.13 WIB.

Baca juga: Cold Moon, Supermoon Terakhir 2025 Siap Menyala di Langit Malam

Secara visual, warna Bulan tetap putih terang atau sedikit kekuningan. Jika sesekali tampak jingga atau kemerahan, itu bukan karena berubah menjadi pink. Efek tersebut muncul akibat pembiasan cahaya oleh atmosfer, terutama saat Bulan berada dekat horizon.

Dengan kata lain, ini soal sudut pandang dan kondisi udara, bukan perubahan warna Bulan.

Dari Mana Nama “Pink Moon”?

Nama Pink Moon justru lahir dari tradisi, bukan sains.

Istilah ini digunakan oleh suku asli Amerika (Native American) untuk menandai perubahan musim. Purnama di bulan April dikaitkan dengan mekarnya bunga liar berwarna merah muda bernama moss pink atau wild ground phlox.

Dari sinilah nama Pink Moon berasal.

Tampilan Bulan yang terlihat “pink” dalam fotografi, padahal secara ilmiah tetap berwarna putih kekuningan. Foto: Luis Felipe Alburquerque Briganti / Pexels.

Selain itu, purnama April juga dikenal dengan beberapa sebutan lain seperti Sprouting Grass Moon, Growing Moon, Egg Moon, dan Fish Moon. Semua nama tersebut merefleksikan siklus alam, dari tumbuhnya tanaman hingga pergerakan hewan di awal musim semi.

Waktu Terbaik Menyaksikan

Fenomena ini bisa dinikmati tanpa alat khusus. Cukup cari lokasi dengan langit cerah dan minim polusi cahaya.

Momen terbaik biasanya terjadi saat Bulan mulai terbit di awal malam, lalu berlanjut hingga menjelang tengah malam dan dini hari.

Baca juga: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Bulan Merah Terakhir Sebelum 2029

Saat berada dekat horizon, Bulan sering terlihat lebih besar dan dramatis. Efek visual ini membuatnya menarik untuk diamati sekaligus difoto.

Sederhana, tapi Tetap Spesial

Pink Moon bukan fenomena langka. Tidak ada perubahan warna ekstrem. Tapi, justru di situlah daya tariknya.

Pink Moon menjadi penanda siklus alam yang terus berjalan. Dan juga menyimpan jejak budaya yang diwariskan lintas generasi.

Baca juga: Beaver Moon Muncul Malam Ini, Supermoon Terbesar dan Tercerah di 2025

Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya purnama biasa. Tapi bagi yang meluangkan waktu untuk melihatnya, Pink Moon tetap menawarkan satu hal yang sederhana, keindahan yang datang tepat waktu. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *