117 Ribu Jemaah Tiba di Arab Saudi, Cuaca Ekstrem Tantangan Baru Haji 2026

Jemaah haji memadati kawasan Masjidil Haram di Makkah di tengah suhu panas yang mencapai lebih dari 40 derajat Celsius selama musim haji 2026. Foto: alharamainsa.

JAKARTA, mulamula.id Musim haji 2026 bukan hanya soal antrean panjang menuju Tanah Suci. Tahun ini, tantangan terbesar justru datang dari suhu ekstrem yang mulai menyentuh 42 derajat Celsius di Makkah dan Madinah.

Di tengah gelombang keberangkatan jemaah Indonesia yang terus meningkat, pemerintah mulai memperketat layanan kesehatan, transportasi, hingga pola mobilitas harian jemaah. Fokusnya, menjaga jemaah tetap aman sebelum memasuki fase puncak haji.

Hingga Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak 117.452 jemaah Indonesia dan 1.209 petugas telah tiba di Arab Saudi. Mereka diberangkatkan melalui 303 kelompok terbang atau kloter.

Sebagian besar jemaah kini mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah untuk menjalani umrah wajib sebelum memasuki rangkaian puncak ibadah haji.

Suhu Panas Jadi Sorotan

Cuaca panas kini menjadi perhatian utama penyelenggara haji Indonesia. Suhu di Madinah dan Makkah dilaporkan berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius.

Kondisi ini membuat risiko dehidrasi, kelelahan, hingga gangguan kesehatan meningkat, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan layanan kesehatan kini menjadi salah satu fokus paling krusial di lapangan.

Baca juga: Haji Belum Puncak, Jemaah Diminta Stop City Tour Dulu

“Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” kata Ichsan di Makkah, Sabtu (9/5/2026).

Hingga saat ini, tercatat 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sementara 352 jemaah lainnya dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Sebanyak 77 jemaah masih menjalani perawatan.

Kementerian juga mengimbau jemaah untuk membatasi aktivitas fisik berlebihan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung kepala, dan segera melapor jika mengalami gangguan kesehatan.

Bus Shalawat Jadi Penopang

Di luar faktor cuaca, mobilitas jemaah juga menjadi tantangan besar.

Pemerintah kini mengandalkan layanan Bus Shalawat sebagai tulang punggung transportasi harian jemaah di Makkah. Hingga saat ini, layanan tersebut telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 perjalanan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menyampaikan perkembangan layanan dan kondisi jemaah Indonesia di Arab Saudi menjelang puncak ibadah haji 2026. Foto: Kemenhaj RI.

Bus Shalawat adalah layanan transportasi khusus yang menghubungkan hotel jemaah dengan Masjidil Haram selama musim haji.

Layanan ini dinilai vital karena membantu mengurangi kelelahan jemaah akibat berjalan kaki dalam suhu panas ekstrem.

“Kami terus mengingatkan jemaah agar mengenali rute bus dan mengikuti arahan petugas,” ujar Ichsan.

Baca juga: Bus Sholawat 24 Jam Jadi Penyelamat Jemaah Haji di Tengah Panas 43 Derajat

Selain transportasi, pemerintah juga memperkuat layanan konsumsi dan akomodasi.

Sebanyak 2,7 juta box makanan telah dibagikan kepada jemaah Indonesia. Rinciannya, lebih dari 2,1 juta box didistribusikan di Madinah dan sekitar 653 ribu box di Makkah.

Sementara untuk akomodasi, jemaah Indonesia kini tersebar di ratusan hotel. Sebanyak 104.796 jemaah menempati 94 hotel di Madinah, sedangkan 63.822 jemaah lainnya berada di 180 hotel di Makkah.

Haji Ramah Lansia

Pemerintah juga menegaskan kembali konsep “Haji Ramah Lansia” yang mulai menjadi fokus dalam beberapa tahun terakhir.

Konsep ini adalah pendekatan pelayanan yang dirancang agar jemaah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas mendapat dukungan lebih selama menjalankan ibadah.

Mulai dari akses transportasi, layanan kesehatan cepat, hingga pendampingan petugas menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Baca juga: 25 Tahun ke Depan, Haji Tak Lagi Didominasi Musim Panas

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah juga menyampaikan duka cita atas wafatnya 20 jemaah Indonesia di Arab Saudi hingga 8 Mei 2026.

Pemerintah memastikan seluruh hak layanan jemaah wafat tetap dipenuhi sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan jumlah jemaah yang terus bertambah menjelang puncak haji, tantangan layanan tahun ini diperkirakan akan semakin kompleks. Cuaca panas, kepadatan mobilitas, dan faktor kesehatan diprediksi menjadi tiga isu utama yang paling menentukan kelancaran ibadah haji 2026. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *