
JAKARTA, mulamula.id – Keinginan jalan-jalan di Tanah Suci sebelum puncak ibadah haji kini harus ditahan dulu. Pemerintah mulai memperketat aktivitas jemaah Indonesia di Makkah dan Madinah. Alasannya bukan soal aturan semata, tetapi soal stamina.
Kementerian Agama menegaskan larangan ziarah dan city tour sebelum fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selesai dilaksanakan. Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya kelelahan jemaah akibat aktivitas di luar rangkaian ibadah utama.
Bagi banyak jemaah, city tour sering dianggap bagian “bonus” perjalanan haji. Ada yang ingin mengunjungi tempat bersejarah, berburu oleh-oleh, hingga melihat lokasi-lokasi religi di luar Makkah dan Madinah. Namun tahun ini, pemerintah memilih pendekatan lebih ketat.
Fokus Jaga Stamina
Juru Bicara Kemenag, Ichsan Marsha, mengatakan fase Armuzna adalah inti ibadah haji yang membutuhkan kondisi fisik sangat prima.
Suhu ekstrem dan mobilitas tinggi menjadi tantangan utama. Di Makkah dan Madinah, temperatur siang hari kini berkisar 38 hingga 44 derajat Celsius. Dalam kondisi seperti itu, aktivitas tambahan bisa menguras energi jemaah lebih cepat.
Baca juga: Bus Sholawat 24 Jam Jadi Penyelamat Jemaah Haji di Tengah Panas 43 Derajat
“Larangan ini bukan untuk membatasi aktivitas jemaah, tetapi sebagai langkah perlindungan agar jemaah tidak kelelahan,” kata Ichsan dalam konferensi pers penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M di Makkah, Kamis (7/5/2026).
Kementerian juga meminta seluruh pembimbing KBIHU tidak membuat agenda wisata ataupun perjalanan tambahan sebelum rangkaian Armuzna selesai. Fokus pembinaan diminta diarahkan pada kesiapan fisik, mental, spiritual, dan manasik.
Haji Bukan Sekadar Perjalanan Religi
Kebijakan ini menunjukkan, haji kini semakin dipandang sebagai operasi layanan besar yang sangat bergantung pada manajemen kesehatan dan mobilitas jemaah.
Armuzna adalah rangkaian utama ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lempar jumrah di Mina. Pada fase ini, jutaan orang bergerak hampir bersamaan di area terbatas dengan suhu tinggi.

Karena itu, pemerintah tampaknya ingin mengurangi risiko sejak awal. Terutama setelah beberapa tahun terakhir isu kelelahan, heatstroke, dan kepadatan jemaah menjadi perhatian besar dalam penyelenggaraan haji global.
Data Kemenag menunjukkan hingga 6 Mei 2026, sebanyak 267 kloter dengan 103.690 jemaah dan 1.064 petugas telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Tanah Suci. Dari jumlah itu, lebih dari 42 ribu jemaah sudah berada di Makkah untuk persiapan menuju puncak haji.
Pengawasan Diperketat
Tak hanya city tour, pemerintah juga kembali memperingatkan soal praktik haji nonprosedural. Masyarakat diminta tidak tergiur tawaran berangkat menggunakan visa wisata, visa ziarah, atau visa umrah untuk berhaji.
Menurut pemerintah, penggunaan visa nonresmi berisiko memicu masalah hukum di Arab Saudi, mulai dari deportasi hingga penahanan.
Baca juga: Haji Jalur Cepat Berujung Jerat, 10 WNI Ditangkap di Arab Saudi
Untuk memperkuat pengawasan, Kemenag bersama Polri dan Kementerian Imigrasi serta Pemasyarakatan membentuk Satgas Pencegahan Haji Nonprosedural.
Langkah ini muncul setelah sejumlah kasus jemaah ilegal kembali ditemukan menjelang musim haji tahun ini.
Cuaca Jadi Ancaman Serius
Di sisi kesehatan, tantangan terbesar tetap datang dari cuaca panas ekstrem. Hingga kini, tercatat 14.919 jemaah telah mendapatkan layanan rawat jalan. Sebanyak 271 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi dan 72 orang masih menjalani perawatan.
Baca juga: Haji 2026 Berjalan Lancar, Jemaah Diminta Tak Salah Bayar Dam
Pemerintah meminta jemaah mulai mengatur ritme ibadah dan aktivitas harian. Konsumsi air putih, penggunaan payung atau topi, hingga membatasi aktivitas fisik berlebihan menjadi bagian penting dari persiapan menuju Armuzna.
Sebab pada akhirnya, ibadah haji bukan soal seberapa banyak tempat yang dikunjungi. Tetapi apakah tubuh cukup kuat untuk melewati puncak ibadah dengan aman. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.