
Mulamula.id – Nama Shakira kembali masuk ke arena Piala Dunia. Bukan lewat nostalgia lama, tetapi lewat lagu baru berjudul Dai Dai yang disiapkan untuk FIFA World Cup 2026.
Teaser lagu itu diumumkan langsung oleh Shakira lewat akun Instagram pribadinya, Kamis (7/5). Dalam video berdurasi sekitar satu menit, ia tampil bernyanyi dan menari di Maracana Stadium bersama para penari latar.
Shakira juga menandai akun resmi FIFA serta musisi Burna Boy yang ikut terlibat dalam proyek tersebut. Lagu lengkap Dai Dai dijadwalkan rilis pada 14 Mei 2026.
Kembalinya Shakira ke panggung musik Piala Dunia langsung memancing nostalgia.
Bayang-bayang Waka Waka
Sulit memisahkan Shakira dari Waka Waka (This Time for Africa). Lagu resmi Piala Dunia 2010 itu bukan sekadar soundtrack turnamen, tetapi berubah menjadi simbol global sepak bola.
Banyak anthem Piala Dunia datang dan pergi. Namun Waka Waka bertahan lebih lama dibanding turnamennya sendiri.
Baca juga: Coldplay di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Halftime Show Perdana
Lagu itu diputar di stadion, pesta, konser, hingga konten media sosial bertahun-tahun setelah Piala Dunia Afrika Selatan berakhir. Mengutip AP News, lagu tersebut masih dianggap sebagai salah satu anthem sepak bola paling ikonik sepanjang sejarah.
Di situlah tantangan terbesar Dai Dai sebenarnya dimulai.
Bukan soal apakah lagunya enak didengar atau tidak. Tetapi, apakah lagu baru itu mampu menciptakan memori kolektif lintas generasi seperti yang pernah dilakukan Waka Waka.
Latin Pop Bertemu Afrobeats
Cuplikan Dai Dai memperlihatkan formula yang cukup berbeda dari lagu-lagu Piala Dunia sebelumnya.
Shakira tetap membawa warna latin pop yang selama ini menjadi identitasnya. Namun, kali ini ia memasukkan sentuhan Afrobeats lewat kolaborasi dengan Burna Boy.

Afrobeats sendiri adalah genre musik modern asal Afrika yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh menjadi arus utama global. Kehadiran Burna Boy membuat FIFA tampaknya ingin menjangkau audiens yang lebih muda dan lebih digital.
Strategi ini terasa masuk akal.
Piala Dunia 2026 bukan turnamen biasa. Ini akan menjadi edisi pertama dengan 48 negara peserta. Skala penontonnya diperkirakan jauh lebih besar dibanding edisi sebelumnya.
Turnamen juga digelar di tiga negara sekaligus, yaitu United States, Canada, dan Mexico.
Atmosfernya diprediksi lebih multikultural. Musiknya pun ikut bergerak ke arah yang sama.
Lagu Kini Jadi Strategi Global
Musik Piala Dunia hari ini bukan lagi sekadar hiburan pembuka turnamen.
Lagu resmi kini menjadi bagian dari strategi branding global FIFA. Anthem bukan hanya diputar di stadion, tetapi juga hidup di TikTok, Reels, YouTube Shorts, hingga platform streaming.
Karena itu, formula lagu Piala Dunia ikut berubah. Harus mudah dinyanyikan. Mudah dipotong jadi konten pendek. Dan cukup kuat untuk menjadi identitas emosional sebuah turnamen.
FIFA tampaknya memahami hal itu.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Ubah Aturan Kartu Kuning, Risiko Absen di Laga Krusial Dipangkas
Selain Dai Dai, atmosfer musik Piala Dunia 2026 juga diramaikan lagu kampanye Coca-Cola yang mengadaptasi Jump milik Van Halen. Proyek itu melibatkan J Balvin, Travis Barker, Amber Mark, dan gitaris legendaris Steve Vai.
Artinya, perebutan perhatian publik sudah dimulai bahkan sebelum bola pertama ditendang.
Turnamen Belum Dimulai, Nostalgia Sudah Bekerja
Piala Dunia 2026 baru dimulai pada 11 Juni 2026 di Mexico City dan berakhir pada 19 Juli di New Jersey. Namun, percakapannya sudah bergerak lebih dulu lewat musik.
Dan sejauh ini, nostalgia masih menjadi lawan terbesar lagu baru mana pun yang mencoba mengikuti jejak Waka Waka.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.