Tak Perlu ke Bandara, Garuda Buka Layanan Tiket di Pusat Jakarta

Deretan pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron bandara. Maskapai ini kini memperluas layanan dengan membuka kantor tatap muka di pusat Jakarta untuk memudahkan akses pelanggan. Foto: Jeffry Surianto/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Urusan tiket Garuda Indonesia kini tak lagi harus ke bandara. Maskapai pelat merah itu membuka kantor layanan tatap muka baru di jantung ibu kota.

Lokasinya berada di Gedung Badan Pengaturan (BP) BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kantor ini resmi beroperasi sejak awal Maret 2026.

Langkah ini mengubah kebiasaan lama. Pelanggan kini bisa mengurus tiket, perubahan jadwal, hingga pendaftaran GarudaMiles tanpa perlu ke Bandara Soekarno-Hatta.

Layanan Lebih Dekat

Garuda Indonesia menghadirkan kantor ini untuk memangkas jarak layanan. Akses jadi lebih cepat, terutama bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyebut langkah ini sebagai bagian dari peningkatan layanan. “Ini komitmen kami menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca juga: Rating Garuda Turun ke Bintang 4, Sinyal Peremajaan Armada dan Layanan

Ia menambahkan, layanan tatap muka memberi pengalaman berbeda. Lebih personal. Lebih langsung.

Bagi sebagian pelanggan, interaksi langsung masih jadi pilihan utama, terutama untuk perubahan jadwal atau kebutuhan perjalanan kompleks.

Tak Sekadar Kantor Penjualan

Kantor ini bukan hanya tempat beli tiket. Fungsinya lebih luas.

Pelanggan bisa:

  • Mengubah jadwal penerbangan
  • Mengurus refund atau reschedule
  • Mendaftar dan mengelola GarudaMiles
  • Konsultasi kebutuhan perjalanan

Dengan kata lain, ini jadi “one stop service” versi offline di tengah dominasi layanan digital.

Kembali ke Titik Sejarah

Ada makna lain di balik lokasi ini.

Gedung BUMN tersebut pernah menjadi kantor pusat Garuda Indonesia sejak 1987. Baru pada 2007, operasional dipindahkan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Viral Tiket Palangka Raya-Jakarta Rp200 Juta, Garuda Ungkap Faktanya

Kehadiran kembali di lokasi lama memberi pesan simbolis, kembali ke akar, sambil melangkah ke fase baru.

“Ini pengingat perjalanan panjang Garuda Indonesia dalam menghubungkan Indonesia dengan dunia,” kata Glenny.

Akses Lebih Strategis

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menilai lokasi ini jadi nilai tambah.

Berada di pusat kota membuat layanan lebih mudah dijangkau. Tidak hanya untuk pelanggan individu, tetapi juga mitra bisnis.

Ia juga menyebut kehadiran kantor ini sejalan dengan semangat pelayanan BUMN yang lebih humanis.

Offline di Era Digital

Di tengah tren digitalisasi, keputusan membuka layanan fisik justru menarik. Namun, ini bukan langkah mundur. Justru strategi pelengkap.

Garuda membaca satu hal, tidak semua kebutuhan bisa selesai lewat aplikasi.

Baca juga: Setelah Dipangkas, Citilink Pulihkan Bagasi 15 Kg untuk Penerbangan Domestik

Beberapa keputusan perjalanan tetap butuh diskusi langsung. Di situlah kantor ini mengambil peran.

Dengan pendekatan hybrid, online dan offline, Garuda mencoba menjangkau lebih banyak segmen pelanggan.

Dan bagi Gen Z sekalipun, fleksibilitas tetap jadi kunci. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *