
JAKARTA, mulamula.id – Pemerintah bergerak cepat. Evaluasi menyeluruh sistem keselamatan perkeretaapian langsung disiapkan setelah kecelakaan tabrakan kereta di Bekasi. Fokusnya, mencegah tragedi serupa terulang.
Langkah ini disampaikan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, usai insiden yang terjadi pada Selasa (28/4). Kecelakaan ini menewaskan 15 penumpang dan 50 lainnya luka-luka . Pemerintah menilai, persoalan keselamatan tidak bisa lagi ditangani parsial.
Evaluasi Menyeluruh
Pemerintah akan mengaudit sistem keselamatan lintas sektor. Mulai dari perlintasan sebidang, manajemen lalu lintas, hingga operator transportasi yang terlibat.
Kementerian Perhubungan juga akan mengevaluasi perusahaan taksi Green SM. Langkah ini diambil untuk memastikan standar operasional dan keamanan benar-benar dijalankan.
“Penataan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk sistem pengamanan di perlintasan kereta api,” kata Teddy.
Artinya, pendekatannya bukan hanya reaktif. Tapi juga sistemik.
Flyover Jadi Solusi
Salah satu keputusan konkret datang dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi.
Tujuannya sederhana. Mengurangi titik rawan kecelakaan di perlintasan sebidang.
Bekasi dikenal sebagai kawasan dengan mobilitas tinggi. Volume kendaraan padat. Risiko tabrakan dengan kereta juga meningkat.
Flyover diharapkan menjadi solusi jangka panjang.
Evakuasi dan Penanganan
Sejak kejadian, proses evakuasi dilakukan cepat dan hati-hati. Tim gabungan bekerja sepanjang malam.
Beberapa korban sempat terjebak di dalam gerbong. Proses penyelamatan dilakukan dengan prioritas keselamatan maksimal.
Seluruh korban kini dirawat di 12 rumah sakit di sekitar Bekasi. Pemerintah memastikan penanganan berjalan optimal.
Presiden Prabowo bahkan langsung menjenguk korban di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid.
Instruksinya tegas: semua korban harus mendapatkan perawatan terbaik sampai pulih.
Alarm Keselamatan
Kecelakaan ini jadi pengingat keras. Sistem keselamatan perlintasan kereta di Indonesia masih punya celah.
Perlintasan sebidang tanpa pengamanan maksimal masih banyak ditemukan. Di sisi lain, kepadatan kendaraan terus meningkat.
Tanpa perbaikan struktural, risiko akan terus ada. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.