17,4 Persen Anak Muda Menganggur, Apa yang Salah?

Pencari kerja mengikuti proses seleksi. Pengangguran anak muda masih tinggi, sementara kebutuhan industri terus berubah. Foto: Pexels.

Pengangguran anak muda jauh di atas rata-rata nasional. Ironisnya, perusahaan justru mengaku kesulitan mencari tenaga kerja dengan keterampilan yang mereka butuhkan.

ADA yang janggal di pasar kerja Indonesia.

Anak muda mencari pekerjaan. Perusahaan mencari pekerja. Tetapi keduanya seperti berdiri di dua sisi pintu yang berbeda.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka kelompok usia 15–24 tahun mencapai 17,4 persen. Pada saat yang sama, sekitar 48 persen perusahaan mengaku kesulitan memperoleh tenaga kerja dengan kompetensi yang memadai.

Angka pertama semakin mencolok ketika dibandingkan dengan kondisi nasional.

Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran terbuka Indonesia pada Mei 2026 sebesar 4,65 persen. Artinya, tingkat pengangguran pada kelompok anak muda hampir empat kali lipat rata-rata nasional. Pada periode itu terdapat 155,41 juta orang dalam angkatan kerja dan 148,19 juta di antaranya bekerja.

Jadi, apa yang salah?

Masalahnya rupanya bukan hanya jumlah pekerjaan.

Baca juga: 732 Ribu Berebut Magang, Sesulit Apa Cari Kerja?

Yassierli menilai Indonesia menghadapi skill gap, jarak antara kemampuan yang dimiliki pencari kerja dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.

Ia merujuk Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum. Sebanyak 54 persen perusahaan di Indonesia mengidentifikasi kesenjangan keterampilan sebagai salah satu hambatan utama bisnis mereka.

Dunia kerja memang berubah cepat.

Perusahaan tidak lagi sekadar melihat ijazah. Pengalaman dan kemampuan praktis semakin penting. Secara global, WEF mencatat pengalaman kerja masih menjadi metode penilaian kandidat yang paling banyak digunakan perusahaan. Tes keterampilan juga semakin banyak dipakai dalam perekrutan.

Bagi anak muda yang baru keluar sekolah atau kampus, perubahan ini menciptakan persoalan klasik. Diminta pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi membutuhkan pekerjaan untuk memperoleh pengalaman.

Lowongan sebenarnya ada

Pemandangan itu bahkan bisa terlihat di Jakarta.

Jakarta Selatan Career Fest yang berlangsung 3–4 September 2026 menyediakan 3.857 lowongan dari 37 perusahaan. Posisi yang ditawarkan beragam, termasuk account manager dan programmer teknologi informasi.

Lowongan tersedia. Pencari kerja juga tersedia.

Yang belum selalu tersedia adalah titik temu di antara keduanya.

Pemerintah kini mencoba mengubah cara pelatihan tenaga kerja. Kemnaker mendorong pelatihan vokasi yang sebelumnya lebih banyak berbasis program yang tersedia atau supply-driven menjadi demand-driven pelatihan disusun berdasarkan keterampilan yang benar-benar diminta industri.

Perubahan itu penting karena jenis pekerjaan baru juga bermunculan.

Baca juga: Anak Muda Ingin Kerja Kreatif, tapi Pintu Masuknya Belum Lebar

Dalam ekonomi hijau saja, pemerintah memperkirakan terdapat peluang penciptaan sekitar 5,3 juta hingga 9 juta pekerjaan baru dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang. Namun peluang sebesar itu tidak otomatis menjadi pekerjaan bagi anak muda jika kompetensi mereka tidak dipersiapkan sejak sekarang.

Di sinilah angka 17,4 persen seharusnya dibaca lebih jauh.

Angka itu bukan sekadar tempelan tentang anak muda yang belum bekerja. Angka itu menunjukkan persoalan bagaimana sekolah, kampus, lembaga pelatihan, pemerintah, dan industri mempersiapkan generasi baru memasuki dunia kerja yang berubah jauh lebih cepat.

Anak muda tentu harus terus belajar dan meningkatkan keterampilan.

Tetapi meminta mereka terus beradaptasi tanpa memastikan pendidikan dan pelatihan bergerak secepat kebutuhan industri juga bukan jawaban.

Sebab ketika perusahaan mencari pekerja dan jutaan anak muda mencari pekerjaan pada waktu bersamaan, persoalannya mungkin bukan karena salah satu tidak ada.

Mereka hanya belum dipertemukan dengan benar. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *