
Empat wakil menteri dan tiga pimpinan badan dilantik di Istana. Pergantian ini menyentuh urusan pertahanan, pangan, layanan publik, hingga perlindungan lingkungan.
JAKARTA, mulamula.id – Presiden Prabowo Subianto melantik tujuh pejabat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026) sore. Kristomei Sianturi mendapat tugas memimpin Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara itu, Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon mengisi posisi wakil menteri pertahanan.
Pelantikan juga mencakup wakil menteri pertanian, wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan, serta kepala dan wakil kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Perubahan tersebut menjangkau sejumlah urusan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari penanganan bencana, ketersediaan pangan, pelayanan keimigrasian, hingga pengelolaan ekosistem.
Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat tinggi negara turut menghadiri prosesi tersebut.
Dua Wamenhan, Bidang Kerja Berbeda
Kementerian Pertahanan mendapat dua wakil menteri dengan pembagian bidang berbeda.
Yusuf Jauhari dilantik sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Richard Tampubolon mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
Pembagian itu memperlihatkan dua sisi kebutuhan pertahanan. Satu sisi berkaitan dengan dukungan logistik, teknologi, dan kemampuan industri. Sisi lainnya menyangkut arah strategi serta pembangunan kekuatan.
Keduanya perlu berjalan beriringan. Pengadaan perlengkapan membutuhkan arah penggunaan yang jelas. Sebaliknya, strategi membutuhkan dukungan peralatan dan logistik yang memadai.
Di sektor pangan, Alim Setiawan Slamet dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian. Adapun M. Maulana Bungaran mendapat jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bagi masyarakat, ukuran kerja pejabat di sektor-sektor tersebut akan terlihat dari pelaksanaan kebijakan. Urusan pertanian bersentuhan dengan produksi dan kebutuhan petani. Sementara keimigrasian dan pemasyarakatan menyangkut kualitas pelayanan, pengawasan, serta pengelolaan lembaga pemasyarakatan.
Kepala BNPB Baru di Tengah Sorotan
Penunjukan Kristomei Sianturi menjadi salah satu perubahan yang mendapat perhatian. Ia menggantikan Suharyanto sebagai Kepala BNPB.
Sebelum pelantikan, Kristomei telah tiba di Istana. Ia menyatakan diminta hadir oleh Presiden dan siap menerima penugasan.
Pergantian pimpinan BNPB berlangsung ketika lembaga tersebut sedang disorot terkait perkara dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. KPK telah menetapkan lima tersangka dalam perkara itu.
Namun, waktu pelantikan yang berdekatan dengan penanganan perkara belum cukup untuk menyimpulkan alasan pergantian kepala BNPB. Bahan pelantikan yang tersedia belum memuat penjelasan Presiden mengenai pertimbangan tersebut.
Bagi pimpinan baru, penanganan bencana dan pembenahan tata kelola menjadi dua perhatian yang sama penting. Bantuan perlu bergerak cepat. Penggunaan anggarannya juga harus dapat ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
Gambut dan Mangrove Mendapat Pimpinan
Prabowo juga melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala BPGMN. Sriyanto mengisi jabatan wakil kepala badan tersebut.
Satyawan memiliki latar belakang akademik di bidang kehutanan. Universitas Gadjah Mada mengukuhkannya sebagai guru besar bidang ilmu pengelolaan satwa liar pada 2020.
Kehadiran pimpinan badan ini menempatkan pengelolaan gambut dan mangrove dalam perhatian publik. Langkah berikutnya yang perlu dicermati ialah program, pembagian kewenangan, dan koordinasinya dengan kementerian serta pemerintah daerah.
Pelantikan memberi para pejabat kewenangan untuk bekerja. Setelah prosesi di Istana, perhatian publik beralih pada keputusan yang mereka ambil. Bagaimana layanan diperbaiki, anggaran dijaga, dan kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.