Maruli Jadi Wakil Panglima TNI, Tandyo Kini KSAD

Jenderal TNI Maruli Simanjuntak (kiri) dan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Maruli sebagai Wakil Panglima TNI dan Tandyo sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.

Dua jenderal bertukar posisi. Maruli Simanjuntak juga mendapat tanggung jawab memimpin badan pengelola perbatasan dan daerah terpencil.

JAKARTA, mulamula.id – Pergantian pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat berlangsung melalui pertukaran posisi dua jenderal. Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Wakil Panglima TNI dan Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan keduanya.

Maruli sebelumnya menjabat KSAD. Ia kini mengisi posisi Wakil Panglima TNI yang ditinggalkan Tandyo. Sebaliknya, Tandyo mengambil alih kepemimpinan TNI AD dari Maruli.

Maruli juga dilantik merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Dengan demikian, penugasan barunya mencakup dua jabatan sekaligus.

Dari Memimpin Angkatan Darat ke Mabes TNI

Perpindahan Maruli membawa perubahan lingkup kerja. Sebagai KSAD, ia memimpin satu matra. Dalam posisi Wakil Panglima TNI, lingkup kerjanya berada pada tingkat organisasi TNI yang mencakup Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Sementara itu, Tandyo kini memegang kepemimpinan langsung di lingkungan TNI AD. Ia kembali ke institusi yang sebelumnya juga menjadi tempatnya bertugas sebagai Wakil KSAD.

Baca juga: Prabowo Lantik Tujuh Pejabat, BNPB hingga Pertahanan Berganti

Tandyo dilantik menjadi Wakil Panglima TNI pada 10 Agustus 2025. Sebelum penugasan tersebut, ia menjabat Wakil KSAD. Riwayat ini memberinya pengalaman di tingkat pimpinan Angkatan Darat maupun Mabes TNI.

Pertukaran posisi tersebut menjadi perubahan penting dalam susunan pimpinan militer. Namun, informasi pelantikan yang tersedia belum menjelaskan pertimbangan Presiden memilih pola pergantian ini.

Karena itu, perpindahan keduanya belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya perubahan arah kebijakan pertahanan.

Jejak Maruli: Kopassus, Paspampres, hingga Kostrad

Maruli merupakan lulusan Akademi Militer 1992. Ia mengawali perjalanan militernya di lingkungan infanteri Kopassus.

Kariernya kemudian bergerak melalui sejumlah penugasan tempur, pendidikan, dan pengamanan presiden. Ia pernah memimpin Grup A Paspampres, menjadi Wakil Komandan Paspampres, lalu menjabat Komandan Paspampres.

Setelah itu, Maruli mendapat kepercayaan memimpin Kodam IX/Udayana. Pada Januari 2022, ia menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad.

Presiden Joko Widodo kemudian melantiknya sebagai KSAD pada 29 November 2023. Ia menggantikan Agus Subiyanto yang mendapat penugasan sebagai Panglima TNI.

Maruli juga dikenal sebagai menantu Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, perjalanan menuju jabatan barunya melewati sejumlah posisi komando di lingkungan TNI AD dan pengamanan kepresidenan.

Tanggung Jawab Tambahan di Perbatasan

Rangkap jabatan Maruli menjadi bagian lain yang perlu dicermati setelah pelantikan. Selain menjalankan tugas sebagai Wakil Panglima TNI, ia akan memimpin badan yang menangani perbatasan dan daerah terpencil.

Bagi masyarakat, isu perbatasan memiliki dimensi yang luas. Ada kepentingan keamanan wilayah. Ada pula kebutuhan warga akan akses transportasi, layanan dasar, dan konektivitas.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *