Asap Karhutla, Kenapa Penerbanganmu Bisa Ikut Tertunda?

Suasana apron dan terminal Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dengan latar berkabut. Kemenhub mencatat 2.604 penerbangan domestik terdampak karhutla sepanjang 11 Agustus-19 Oktober 2026. Foto: Dok. Hubud Kemenhub.

Bandara keberangkatan terlihat aman, tetapi pesawat belum tentu bisa terbang. Asap di kota tujuan dapat mengubah jadwal perjalanan.

KOPER sudah masuk bagasi. Kamu sudah sampai bandara, bahkan mungkin tinggal menunggu panggilan naik pesawat. Lalu, jadwal keberangkatan berubah.

Padahal, dari balik kaca terminal, kondisi di luar terlihat baik-baik saja.

Persoalannya bisa berada jauh dari tempatmu menunggu. Asap kebakaran hutan dan lahan di bandara tujuan dapat membatasi jarak pandang sehingga penerbangan harus ditunda atau dibatalkan.

Kasus di Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, menunjukkan bagaimana gangguan itu bekerja. Pelaksana Tugas General Manager Bandara Sentani, Joko Prasetiyono, menyebut asap di kota tujuan mengganggu 19 jadwal penerbangan menuju Wamena dan Oksibil, berdasarkan data 16 Oktober 2026 pukul 17.30 WIT.

Penerbangan tersebut mencakup angkutan penumpang dan kargo. Menurut Joko, jarak pandang di bandara tujuan belum memenuhi persyaratan keselamatan.

Bandara Asal Aman, Tujuan Belum Tentu

Perjalanan udara membutuhkan kondisi yang memungkinkan pesawat beroperasi dengan selamat di sepanjang perjalanan, termasuk saat mendarat.

Artinya, kesiapan bandara keberangkatan saja belum cukup. Pesawat juga membutuhkan kondisi yang memenuhi persyaratan operasional di tujuan.

Joko menjelaskan, pengelola Sentani berkoordinasi dengan BMKG, AirNav Indonesia, dan maskapai untuk memantau perkembangan cuaca. Pengelola juga dapat memfasilitasi permohonan perpanjangan jam operasional sesuai prosedur ketika kondisi tujuan membaik.

Baca juga: Asap Karhutla Menjauh, Polusi Jakarta Tetap di Sini

Bagi penumpang, situasi ini menjelaskan mengapa pengumuman di ruang tunggu kadang terasa bertentangan dengan pemandangan di luar terminal. Kondisi yang menentukan keberangkatan bisa berada di kota lain.

Karena itu, lokasi bandara yang disebut dalam berita perlu dibaca dengan teliti. Penerbangan dari suatu kota dapat terganggu akibat asap di tujuan; bukan berarti bandara asalnya sedang diselimuti asap.

Ribuan Jadwal Sudah Terdampak

Skalanya sudah meluas. Kementerian Perhubungan mencatat 2.604 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla sepanjang 11 Agustus-19 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.129 penerbangan terlambat dan 1.420 dibatalkan atau ditunda. Sisanya mencakup penerbangan yang dialihkan, kembali ke bandara asal, serta dimajukan jadwalnya. Angka ini merupakan akumulasi selama periode tersebut, bukan jumlah gangguan dalam sehari.

Baca juga: Kabut Asap Memaksa Sekolah Daring Lagi

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan bahwa keputusan operasional harus mempertimbangkan cuaca, jarak pandang, dan hasil penilaian keselamatan. Asap dapat mengganggu proses lepas landas, pendaratan, serta pergerakan pesawat di bandara.

Dampak berulang juga terlihat di Ambon. General Manager Bandara Internasional Pattimura, Johan Seno Acton, menyampaikan bahwa seluruh penerbangan pada Minggu, 18 Oktober, dibatalkan karena cuaca memburuk dan jarak pandang rendah yang dipicu asap karhutla.

Menurut laporan ANTARA, rute terdampak antara lain Jakarta, Makassar, Surabaya, Ternate, serta sejumlah tujuan di Maluku dan Papua. Gangguan juga terjadi pada hari-hari sebelumnya.

Sebelum Berangkat, Cek Sampai Kota Tujuan

Langkah paling berguna adalah memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. Kemenhub juga mengimbau penumpang mengikuti arahan petugas ketika terjadi perubahan jadwal.

Saat mencari informasi, siapkan nomor penerbangan, tanggal keberangkatan, dan kode pemesanan. Jika perjalanan memakai penerbangan sambungan, tanyakan juga bagaimana perubahan jadwal memengaruhi perjalanan berikutnya.

Bila penerbangan dibatalkan, pastikan pilihan penanganannya langsung kepada maskapai. Dalam kasus Pattimura, penumpang diarahkan ke loket layanan pelanggan maskapai untuk mengurus pengembalian dana atau penjadwalan ulang sesuai ketentuan.

Baca juga: Tiga Negara, Satu Asap, Nol Solusi

Johan menjelaskan, maskapai menangani perubahan tiket, sedangkan pengelola bandara berfokus pada fasilitas terminal, ketertiban, dan bantuan informasi.

Simpan pemberitahuan perubahan jadwal dan bukti komunikasi agar informasi perjalanan mudah dilacak kembali. Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan unggahan lama atau kabar tentang penerbangan lain.

Karhutla akhirnya terasa dekat bahkan bagi orang yang tinggal jauh dari titik kebakaran. Dampaknya dapat muncul sebagai jadwal yang berubah dan perjalanan yang tertahan.

Ketika itu terjadi, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya “cuaca di sini bagaimana?”, tetapi juga “apakah bandara tujuan sudah memungkinkan pesawat mendarat dengan selamat?” ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *