Instagram Uji Fitur Berbayar, Kini Bisa Lihat Story Tanpa Ketahuan

Pengguna Instagram kini bisa mengakses fitur premium untuk melihat Story tanpa terdeteksi melalui layanan berlangganan Instagram Plus. Foto: Ilustrasi/ Leon/ Pexels.

Mulamula.idMedia sosial mulai berubah arah. Bukan lagi sepenuhnya gratis. Kini, pengguna diminta membayar untuk pengalaman yang lebih “personal”.

Meta mulai menguji fitur langganan premium di Instagram. Nama fiturnya, Instagram Plus. Targetnya bukan kreator atau bisnis, tapi pengguna biasa.

Langkah ini menandai fase baru. Media sosial tak lagi hanya soal koneksi, tapi juga soal akses.

Privasi Jadi Nilai Jual

Fitur paling mencolok adalah kemampuan melihat Story tanpa terdeteksi.

Selama ini, daftar penonton menjadi bagian dari “bahasa sosial” di Instagram. Siapa yang melihat, siapa yang tidak, sering kali punya makna tersendiri. Kini, fitur itu bisa “ditembus”.

Baca juga: Facebook Siapkan “Gaji” Kreator, Rebut Influencer dari TikTok dan YouTube

Di sisi lain, pengguna berbayar justru mendapat informasi lebih. Mereka bisa melihat siapa saja yang menonton ulang Story mereka. Artinya, interaksi tidak hanya terlihat, tapi juga bisa dianalisis lebih dalam.

Privasi meningkat. Tapi, transparansi berubah arah.

Story Lebih Terkontrol

Instagram juga mengubah cara pengguna mengelola Story.

Lewat Instagram Plus, pengguna bisa mengatur sendiri siapa saja yang bisa melihat konten mereka. Bukan hanya publik atau Close Friends, tapi kategori audiens yang lebih spesifik. Story menjadi lebih personal, lebih tersegmentasi.

Baca juga: Mulai 28 Maret, Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bisa Akses Media Sosial

Durasi konten pun tak lagi terbatas 24 jam. Pengguna bisa memperpanjang masa tayang Story sesuai kebutuhan. Bahkan, Story tertentu bisa disematkan agar tetap muncul di bagian depan selama satu minggu.

Interaksi juga dibuat lebih ekspresif. Fitur Superlike animasi memungkinkan respons yang lebih menonjol. Sementara itu, pencarian daftar penonton kini lebih praktis, tidak perlu lagi scroll panjang untuk menemukan nama tertentu.

Fitur baru Instagram Plus memberi pengguna kontrol lebih besar atas interaksi dan audiens di dalam platform. Foto: Ilustrasi/ Lisa/ Pexels.
Harga dan Uji Pasar

Fitur ini masih dalam tahap uji coba. Beberapa negara yang disebut lebih dulu mencicipi antara lain Meksiko, Jepang, dan Filipina.

Harga langganannya relatif terjangkau. Di Meksiko sekitar US$2,20 per bulan, Jepang sekitar US$2, dan Filipina sekitar US$1,07.

Meta belum memastikan kapan fitur ini akan dirilis secara global.

Beda dari Centang Biru

Instagram Plus tidak sama dengan Meta Verified.

Meta Verified menyasar kreator dan bisnis dengan fitur verifikasi dan keamanan tambahan. Sementara Instagram Plus dirancang untuk pengguna sehari-hari yang ingin pengalaman lebih fleksibel dan personal.

Ini membuka peluang baru. Monetisasi tidak lagi hanya bergantung pada kreator, tapi juga dari pengguna biasa.

Antara Peluang dan Jenuh

Model ini sebenarnya bukan hal baru. Platform seperti Snapchat sudah lebih dulu sukses lewat layanan berbayar mereka. Bahkan X juga mendorong model serupa.

Namun, ada risiko yang mulai terasa, kejenuhan langganan.

Semakin banyak layanan meminta biaya bulanan. Dari hiburan hingga produktivitas. Media sosial kini ikut masuk ke daftar itu.

Baca juga: Bagaimana Cara agar Konten Bisa Muncul di Jawaban ChatGPT?

Sebagian pengguna bahkan sudah mulai menyuarakan ketidakpuasan.

Pertanyaannya sederhana, apakah orang mau membayar untuk fitur yang dulu gratis?

Atau ini justru awal dari “kelas baru” di media sosial, antara pengguna biasa dan pengguna premium? ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *