Listrik dari Arus Laut, Mungkinkah Jadi Andalan Baru Indonesia?

Arus laut di perairan Indonesia menjadi salah satu potensi energi terbarukan yang mulai dilirik pemerintah untuk pembangkit listrik. Foto: Ist.

INDONESIA dikelilingi laut. Tapi selama ini, laut lebih sering dimanfaatkan untuk transportasi dan perikanan. Kini, pemerintah mulai melirik arus laut sebagai sumber listrik masa depan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemanfaatan arus laut masuk dalam rencana pengembangan listrik 2025–2034. Artinya, pembangkit listrik tenaga arus laut bukan lagi wacana.

Target awalnya memang belum besar. Pemerintah membidik kapasitas 40 megawatt (MW). Lokasinya di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), masing-masing 20 MW.

Potensinya Besar Banget

Secara teori, potensi energi laut Indonesia mencapai 63 gigawatt (GW). Angka ini jauh lebih besar dari target awal 40 MW.

Kenapa belum langsung besar? Karena teknologi arus laut masih tergolong baru dan butuh investasi tinggi. Proyek awal ini bisa jadi “uji coba besar” sebelum dikembangkan lebih luas.

Baca juga: Laut Kita Bisa Jadi Pembangkit Listrik, Kok Masih Diabaikan?

Arus laut sendiri berbeda dengan ombak. Energi diambil dari pergerakan arus bawah laut yang stabil. Turbin dipasang di dasar laut dan digerakkan oleh arus tersebut untuk menghasilkan listrik.

Grafis: Daffa Attarikh/ MulaMula.
Indonesia Punya Banyak Sumber Energi

Selain arus laut, Indonesia juga punya potensi energi surya hingga 3.600 GW. Belum lagi panas bumi atau geothermal yang jarang dimiliki banyak negara.

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menyebut Indonesia punya keunggulan dibanding beberapa negara Eropa. “Kita punya banyak potensi, dari surya sampai geothermal,” ujarnya.

Baca juga: Tak Perlu BBM, Sulawesi hingga Timor Bisa Hidup dari Energi Alam

Artinya, pilihan energi bersih Indonesia sebenarnya sangat beragam.

Biaya Teknologi Mahal

Meski potensinya besar, membangun pembangkit arus laut tidak mudah. Biaya teknologi mahal. Infrastruktur bawah laut kompleks. Selain itu, perlu regulasi dan insentif yang jelas agar investor tertarik.

Namun, jika proyek di NTB dan NTT berhasil, ini bisa jadi model baru bagi wilayah kepulauan lainnya. Apalagi Indonesia punya ribuan selat dengan arus kuat.

Baca juga: Era Minyak Berakhir, Era Listrik Bersih Dimulai

Langkah 40 MW mungkin terlihat kecil. Tapi setiap transisi besar selalu dimulai dari tahap awal.

Pertanyaannya sekarang, apakah listrik dari arus laut bisa berkembang menjadi andalan baru Indonesia di masa depan?

Penulis: R. Bestian
Penyunting: Hamdani S Rukiah

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *