Panas Menyengat, Tak Semua Orang Bisa Berteduh

Sejumlah pekerja beristirahat di sela aktivitas. Akses tempat teduh dan waktu pemulihan menjadi bagian penting perlindungan pekerja dari paparan panas. Foto: Mufid Hanif/ Pexels.

KELUAR dari kamar, menunggu angkutan, lalu tiba di kampus atau tempat kerja dengan baju basah oleh keringat. Saat cuaca panas, perjalanan sehari-hari bisa terasa lebih melelahkan.

Bagi sebagian orang, perjalanan itu berakhir di ruangan berpendingin. Namun, bagi pengemudi ojol, kurir, pedagang, dan pekerja lapangan, berada di luar ruangan merupakan bagian dari pekerjaan. Kesempatan untuk menghindari panas pun berbeda.

Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi konteks pada kondisi tersebut. Suhu udara maksimum tercatat mencapai 38,5 derajat Celsius di Jawa Barat pada 17 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, suhu maksimum di Lampung dan Jawa Tengah mencapai 38 derajat Celsius. Jawa Timur mencatat 38 derajat Celsius sehari sebelumnya.

Angka itu merupakan hasil pengamatan di wilayah dan tanggal tersebut. Bukan suhu seragam seluruh provinsi, juga bukan prakiraan suhu untuk Kamis, 22 Oktober.

Dalam prakiraan periode 20-26 Oktober, BMKG menyebut cuaca panas dan relatif kering masih berlangsung di sejumlah wilayah. Minimnya tutupan awan meningkatkan pemanasan permukaan pada siang hari. Namun, hujan lokal tetap berpeluang terjadi karena dinamika atmosfer.

Beban Panas Berbeda untuk Setiap Pekerjaan

Suhu udara membantu menjelaskan cuaca. Untuk memahami risiko saat bekerja, angka pada termometer saja belum cukup.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa tekanan panas di tempat kerja muncul dari gabungan panas yang dihasilkan tubuh, kondisi lingkungan, dan pakaian. Aktivitas fisik berat serta pakaian yang menghambat pelepasan panas dapat menambah beban tubuh. Pekerja di dalam ruangan tanpa pendinginan memadai juga menghadapi risiko.

Karena itu, dua orang di kota yang sama belum tentu mengalami beban panas serupa. Mengangkat barang di bawah matahari berbeda dengan duduk di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik.

Baca juga: Panas Ekstrem Eropa Jadi Alarm, Indonesia Perlu Siap

Dalam keterangan bersama WHO dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), 22 Agustus 2025, Jeremy Farrar, yang saat itu diperkenalkan sebagai Asisten Direktur Jenderal WHO, menyatakan bahwa tekanan panas telah merugikan kesehatan dan penghidupan miliaran pekerja, terutama kelompok rentan.

Ko Barrett, yang dalam keterangan tersebut diperkenalkan sebagai Wakil Sekretaris Jenderal WMO, menekankan bahwa perlindungan pekerja dari panas juga merupakan kebutuhan ekonomi. Kedua lembaga menyerukan rencana perlindungan yang disesuaikan dengan pekerjaan dan kondisi setempat.

Di sinilah persoalannya menjadi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Seberapa mudah seseorang bisa berhenti, berteduh, dan memulihkan diri ketika pekerjaannya berlangsung di jalan?

Berteduh Perlu Mendapat Tempat Dalam Pengaturan Kerja

Imbauan menjaga cairan tubuh tetap penting. BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari untuk menjaga kecukupan cairan guna menghindari dehidrasi dan kelelahan.

Namun, imbauan tersebut perlu ditopang kondisi yang memungkinkan orang menjalankannya.

Bagi tempat kerja, langkah yang dapat dipertimbangkan mencakup akses air minum, tempat istirahat yang lebih sejuk, serta pengaturan aktivitas berat berdasarkan kondisi lapangan. Penyesuaiannya perlu memperhitungkan jenis pekerjaan, paparan matahari, dan kemampuan pekerja untuk mengambil jeda.

Bagi pengelola ruang publik, halte yang teduh dan jalur berjalan kaki yang terlindungi layak menjadi bagian dari pembicaraan. Fasilitas tersebut menentukan kenyamanan orang yang harus berpindah tempat tanpa kendaraan pribadi.

Baca juga: Suhu Laut Pecah Rekor, Sinyal Darurat Perubahan Iklim

Pendekatan ini sejalan dengan panduan WHO. Perlindungan perlu mempertimbangkan cuaca lokal, jenis pekerjaan, kerentanan pekerja, serta keterlibatan mereka dalam merancang langkah pencegahan.

Panas juga perlu mendapat tempat dalam percakapan tentang target dan layanan. Waktu untuk memulihkan tubuh harus diperhitungkan saat menyusun pekerjaan.

Cuaca yang sama tidak memberi semua orang kesempatan berteduh yang sama. Ketika aktivitas harus terus berjalan, perlindungan perlu hadir di tempat orang bekerja, menunggu, dan mencari penghasilan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *