
PERNAH kepikiran dari mana datangnya hujan?
Ternyata, hutan punya peran besar. Bukan cuma menyerap karbon atau jadi rumah satwa liar. Hutan tropis ternyata bekerja seperti “pabrik hujan” alami bagi bumi.
Sebuah studi terbaru dari University of Leeds menemukan bahwa setiap satu hektar hutan tropis bisa menghasilkan sekitar 2,4 juta liter hujan setiap tahun. Angka itu dihitung lewat kombinasi data satelit dan model iklim terbaru.
Penelitian yang dipublikasikan di Communications Earth & Environment ini menyebut, di wilayah Amazon, setiap satu meter persegi hutan bahkan bisa memicu sekitar 300 liter hujan per tahun.
Bagaimana Hutan “Membuat” Hujan?
Prosesnya disebut evapotranspirasi.
Sederhananya, saat matahari menyinari pepohonan, air dari daun dan tanah menguap ke atmosfer. Uap air itu membentuk awan. Lalu turun lagi sebagai hujan.
Baca juga: Kalau Hutan Habis, Bumi Panas Selamanya
Artinya, hutan tidak cuma menunggu hujan turun. Hutan ikut memproduksinya.
Tanpa hutan, siklus ini terganggu.
Dampaknya ke Pangan dan Energi
Hujan yang dihasilkan hutan ternyata punya nilai ekonomi besar. Peneliti memperkirakan hujan dari Hutan Amazon bernilai sekitar 20 miliar dolar AS per tahun bagi sektor pertanian di Brasil.
Bayangkan kalau hujan berkurang.

Tanaman seperti kapas membutuhkan sekitar 607 liter air per meter persegi. Kedelai butuh sekitar 501 liter. Jika hutan hilang, pasokan air alami ikut menurun. Sawah dan ladang bisa terdampak.
Baca juga: Target Apple 2030 Ternyata Bergantung pada Hutan Sumatra
Bukan cuma pertanian. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pasokan air minum, hingga transportasi sungai juga bergantung pada curah hujan yang stabil.
Ketika Hutan Hilang, Hujan Ikut Berkurang
Selama beberapa dekade terakhir, sekitar 80 juta hektar hutan di Amazon telah ditebang. Peneliti memperkirakan hilangnya hutan ini mengurangi manfaat hujan senilai hampir 5 miliar dolar AS per tahun.
Dampaknya tidak selalu terlihat langsung. Tapi efeknya merambat.
Baca juga: Gila, Pengusaha Ini Beli Hutan Supaya Tidak Ditebang
Produksi pangan terganggu. Energi hidro tertekan. Risiko kekeringan meningkat.
Fenomena serupa juga terjadi di kawasan tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Malaysia, yang bergantung pada fungsi hutan sebagai pengatur siklus air.
Artinya, isu ini bukan cuma soal Amazon. Ini juga tentang kita.
Kenapa Ini Penting untuk Indonesia?
Indonesia punya hutan tropis luas yang berperan dalam menjaga siklus hujan regional. Jika hutan terus menyusut, dampaknya bisa terasa pada pertanian, krisis air, bahkan ketahanan pangan.
Selama ini, hutan sering dilihat sebagai lahan yang bisa dialihfungsikan demi pembangunan. Tapi studi ini menunjukkan sisi lain, hutan adalah infrastruktur alam yang menopang sistem air.
Baca juga: Negara-negara Penjaga Oksigen Bumi
Tanpa hutan, hujan bisa berkurang.
Tanpa hujan, sawah bisa kekeringan.
Jadi, mungkin sudah saatnya kita melihat hutan bukan sebagai hambatan pembangunan, melainkan fondasi bagi masa depan. ***
Penulis: R. Bestian
Penyunting: Hamdani S Rukiah
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.