Bekukan Tumor Tanpa Operasi, Australia Uji Terapi Kanker Super Presisi

Teknologi MRI presisi membantu dokter menghancurkan tumor tanpa sayatan besar dan tanpa rawat inap lama. Foto: Ilustrasi/ Mart Production/ Pexels.

BAYANGKAN tumor bisa dihancurkan tanpa sayatan besar. Tanpa operasi terbuka. Tanpa rawat inap lama.

Australia mulai menguji teknologi itu.

Di Liverpool Hospital, Sydney, dokter menggunakan sistem MRI-guided cryoablation untuk membekukan dan menghancurkan tumor secara presisi. Caranya? Jarum tipis dimasukkan langsung ke tumor saat pasien berada di dalam mesin MRI.

Lewat layar MRI, dokter bisa melihat posisi jarum secara real-time. Begitu tepat sasaran, gas argon dialirkan ke dalam jarum. Suhunya turun drastis hingga sekitar minus 180 derajat Celsius.

Jaringan tumor pun membeku.

Baca juga: 59 Persen Pasien Kanker di Indonesia Berakhir Meninggal, Kenapa Bisa?

Terbentuk “bola es” kecil yang merusak sel kanker dan membuatnya mati. Semua dipantau langsung lewat pencitraan MRI agar jaringan sehat di sekitarnya tetap aman.

Pihak rumah sakit menyebut teknologi ini sebagai “revolutionary advancement in cancer treatment” karena memungkinkan tumor dihancurkan tanpa operasi terbuka dan tanpa risiko anestesi umum yang berat.

Minim Sayatan, Minim Risiko

Berbeda dari operasi konvensional yang membutuhkan ruang bedah dan pemulihan panjang, prosedur ini hanya memakai sedasi ringan. Banyak pasien bisa pulang di hari yang sama atau keesokan harinya.

Artinya, waktu pemulihan jauh lebih cepat.

Teknologi ini sangat berguna untuk tumor di area sensitif seperti tulang belakang, hati, dan ginjal. Di lokasi-lokasi ini, operasi terbuka sering kali berisiko tinggi dan menyakitkan.

Beberapa pasien awal di Australia yang mengalami tumor tulang belakang bahkan melaporkan nyeri mereka berkurang drastis setelah prosedur.

Bukan Obat untuk Semua Kanker

Meski terdengar canggih, terapi ini bukan solusi untuk semua jenis kanker. Penggunaannya tetap selektif dan harus sesuai indikasi medis.

Baca juga: Alat Pacu Jantung Sekecil Beras Ini Bisa Larut dalam Tubuh

Namun, arah pengobatan kanker memang sedang berubah. Dunia medis kini bergerak ke terapi yang lebih presisi, lebih minim trauma, dan lebih ramah bagi pasien.

Alih-alih operasi besar, dokter mulai mengandalkan kombinasi teknologi pencitraan dan tindakan mikro.

Relevan untuk Indonesia?

Kasus kanker di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Banyak rumah sakit rujukan menghadapi antrean panjang ruang operasi. Teknologi seperti ini bisa menjadi alternatif untuk kasus tertentu, terutama bagi pasien yang tidak cocok menjalani operasi besar.

Baca juga: Clear Smile Ultra, Karya Dosen Indonesia untuk Solusi Gigi Tanpa Listrik

Tentu saja, adopsinya membutuhkan alat canggih, dokter terlatih, dan biaya investasi yang tidak kecil.

Namun satu hal jelas. Inovasi medis tidak berhenti. Dan masa depan terapi kanker kemungkinan akan semakin presisi, semakin cepat, dan semakin minim luka. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *