
JAKARTA, mulamula.id – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sering dituduh sebagai “perusak” lapangan kerja. Tapi, data terbaru justru menunjukkan cerita berbeda.
Berdasarkan temuan LinkedIn yang disorot oleh World Economic Forum (WEF), sekitar 1,3 juta pekerjaan baru terkait AI muncul secara global dalam dua tahun terakhir. Angka ini muncul di tengah kondisi perekrutan global yang masih lesu.
Secara umum, aktivitas rekrutmen dunia masih berada sekitar 20 persen di bawah level sebelum pandemi. Namun AI justru bergerak ke arah sebaliknya, tumbuh dan menciptakan peran baru.
Perekrutan Lesu, AI Tumbuh
Laporan LinkedIn berjudul Building a Future of Work That Works menegaskan bahwa AI bukan penyebab perlambatan pasar kerja. Sebaliknya, AI menjadi katalisator peran-peran baru berbasis teknologi.
“AI sebenarnya menambah pekerjaan di pasar tenaga kerja global. Data kami menunjukkan lebih dari 1,3 juta peran baru,” kata Chief Operating Officer LinkedIn, Dan Shapero, seperti dikutip WEF.
Baca juga: HR Selalu Mengintip, Jejak Digital Kini Jadi Penentu Karier
Artinya, di saat banyak sektor menahan rekrutmen, bidang AI justru membuka pintu.
Namun, ada sisi lain. Lebih dari 50 persen pekerja global mengaku sedang mencari peluang kerja baru pada 2026. Hampir 80 persen merasa belum siap menghadapi perubahan tersebut. Ada gap besar antara peluang dan kesiapan.
Pekerjaan Baru di Era AI
Pertumbuhan ini bukan sekadar angka. Ada profil pekerjaan yang benar-benar melonjak, seperti:
1. AI Engineer
Tenaga ahli yang mengembangkan dan menerapkan sistem kecerdasan buatan.
2. Forward-Deployed Engineer
Profesional yang menerapkan solusi teknologi langsung di lapangan atau ke klien.
3. Data Annotator
Pekerja yang memberi label dan mengelola data agar sistem machine learning bisa “belajar” dengan akurat.
Baca juga: Gelombang Baru Lapangan Kerja, AI Justru Butuh Tukang Bukan Programmer
Munculnya peran ini menandai era baru yang sering disebut sebagai new-collar work. Keterampilan praktis berbasis teknologi kini lebih menentukan dibanding sekadar gelar formal.

Skill AI Jadi Standar Baru
Lonjakan pekerjaan AI berjalan seiring perubahan kebutuhan keterampilan.
Di Amerika Serikat, permintaan literasi AI naik sekitar 70 persen secara tahunan. Bahkan 53 persen pekerja di AS berencana mempelajari keterampilan AI dalam enam bulan ke depan. Sebanyak 48 persen yakin skill AI akan mendorong karier mereka.
Baca juga: Prompting, Keterampilan Baru yang Harus Dimiliki Pekerja
AI kini tidak lagi eksklusif untuk programmer. Banyak pekerjaan non-teknis pun mulai mensyaratkan pemahaman dasar AI. Kombinasi antara kreativitas manusia, empati, dan kemampuan memanfaatkan AI menjadi nilai tambah yang dicari perusahaan.
Dampak Global dan Perubahan Strategi
Pertumbuhan pekerjaan AI juga tidak seragam. Beberapa negara seperti India dan Uni Emirat Arab mencatat kenaikan perekrutan lebih dari 30 persen, menunjukkan adopsi digital yang agresif.
Selain sektor teknologi murni, peran terkait data center AI juga melonjak. Lebih dari 600 ribu pekerjaan baru global muncul dari kebutuhan infrastruktur digital ini.
Perusahaan pun mengubah strategi. Mereka mulai:
- Mencari kandidat berdasarkan keterampilan, bukan hanya gelar.
- Menggunakan alat berbasis AI untuk proses rekrutmen.
- Menggenjot program upskilling internal.
Upskilling bukan lagi pilihan tambahan. Ia menjadi strategi bertahan.
Siap atau Tertinggal?
Meski 1,3 juta pekerjaan baru terdengar besar, distribusinya belum merata. Tidak semua pekerja punya akses pada pelatihan ulang atau pendidikan teknologi.
Jika kesenjangan keterampilan tidak diatasi, AI bisa memperlebar jurang antara mereka yang siap dan yang tertinggal.
Baca juga: E-Sports dan Game, Karir Profesional di Era Digital
Di satu sisi, AI membuka peluang. Di sisi lain, AI memaksa semua orang untuk beradaptasi lebih cepat dari sebelumnya.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah AI akan mengambil pekerjaan?”, tetapi “apakah kita siap mengambil peluang yang AI ciptakan?”. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.