Jutaan Jemaah Bersiap Bergerak ke Arafah, Fase Paling Padat Haji Dimulai

Jemaah haji Indonesia bersiap memasuki fase Armuzna menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Foto: Kementerian Haji dan Umrah.

JAKARTA, mulamula.id Jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai bersiap memasuki fase paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji 2026. Untuk jemaah Indonesia, pergerakan menuju Arafah akan dimulai bertahap pada 8 Dzulhijjah sebagai awal fase Armuzna yang menjadi inti pelaksanaan haji.

Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) memastikan seluruh layanan terus dimatangkan. Pendorongan jemaah dilakukan dalam tiga gelombang perjalanan agar mobilitas jutaan orang tetap aman, tertib, dan terkendali.

Armuzna merupakan rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Fase ini dikenal sebagai tahapan paling padat karena melibatkan pergerakan massal, cuaca panas ekstrem, dan aktivitas ibadah dalam waktu berdekatan.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah akan dilakukan dalam tiga trip, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Besok, 8 Dzulhijjah, pendorongan jemaah haji Indonesia dari hotel menuju Arafah akan mulai dilakukan bertahap,” kata Maria di Jakarta, Minggu (24/5/2026).

Operasi Logistik Besar

Bagi penyelenggara haji, fase Armuzna bukan sekadar perjalanan ibadah biasa. Ini adalah operasi logistik raksasa yang melibatkan transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, hingga pengaturan mobilitas jutaan manusia dalam waktu sangat singkat.

Sejak pukul 07.00 waktu Arab Saudi, Satuan Tugas Arafah mulai diberangkatkan ke lokasi untuk memastikan seluruh layanan siap digunakan. Pemeriksaan dilakukan mulai dari tenda, distribusi makanan, transportasi, kesehatan, hingga kesiapan penerimaan jemaah.

Baca juga: Daftar Haji Umur 45, Berangkatnya Bisa Saat Usia 71 Tahun

“Fase Armuzna adalah tahapan paling penting dan paling padat. Karena itu, seluruh layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan tertib, aman, nyaman, dan khusyuk,” ujar Maria.

Karena itu, jemaah diminta disiplin mengikuti jadwal dan arahan petugas. Dalam kondisi sangat padat seperti Armuzna, jemaah yang bergerak sendiri atau terpisah dari rombongan berisiko mengalami kelelahan hingga tersesat.

Cuaca Jadi Tantangan

Selain kepadatan, suhu panas Arab Saudi juga menjadi tantangan besar selama fase Armuzna berlangsung. Pada periode ini, jemaah bisa berada di luar ruangan dalam waktu lama dengan aktivitas fisik yang cukup berat.

Kemenhaj mengingatkan jemaah menjaga kondisi tubuh sejak sekarang. Istirahat cukup, makan teratur, dan minum air yang cukup menjadi langkah sederhana yang sangat penting untuk menjaga stamina.

Baca juga: Makkah Memanas, Suhu 42 Derajat Mulai Uji Jemaah Haji

Jemaah juga diminta membawa barang seperlunya. Dokumen identitas, kartu jemaah, gelang identitas, obat pribadi, masker, botol minum, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, hingga alas kaki nyaman menjadi perlengkapan utama yang wajib diprioritaskan.

Sebaliknya, koper besar, barang berat, perhiasan berlebihan, dan uang tunai dalam jumlah besar disarankan untuk tidak dibawa.

Dalam situasi pergerakan massal, barang bawaan berlebih justru dapat memperlambat mobilitas jemaah dan meningkatkan risiko kehilangan barang.

Lansia Perlu Perhatian

Kemenhaj juga mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama kepada jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Maria meminta jemaah segera membantu jika menemukan anggota rombongan lain yang tampak kebingungan, kelelahan, atau berjalan sendiri.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera arahkan kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Baca juga: Jemaah Lansia Tak Lagi Menginap di Muzdalifah, Skema Haji Indonesia Mulai Berubah

Saat ini pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan untuk memastikan pelaksanaan puncak haji berjalan optimal.

Bagi banyak jemaah, perjalanan menuju Arafah mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Tetapi bagi sebagian lainnya, itu bisa menjadi perjalanan spiritual paling berat sepanjang hidup mereka.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *