
JAKARTA, mulamula.id – Konflik di Timur Tengah kembali memanas. Serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran membuat sejumlah wilayah udara ditutup. Dampaknya terasa sampai Indonesia.
Beberapa penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menuju kawasan Timur Tengah dibatalkan atau ditunda, Sabtu (28/2).
Penutupan airspace langsung memukul rute-rute strategis seperti Abu Dhabi, Doha, dan Dubai.
Soetta: Keberangkatan dan Kedatangan Terdampak
Pgs. Asst. Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap, memastikan operasional bandara secara umum tetap berjalan normal.
“Secara umum operasional penerbangan tetap berlangsung dengan aman dan tertib,” ujarnya.
Namun, sejumlah penerbangan ke Timur Tengah terpaksa dibatalkan. Di antaranya rute Jakarta–Abu Dhabi, Jakarta–Doha, dan Jakarta–Dubai yang dilayani Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, serta Garuda Indonesia.
Tak hanya keberangkatan. Penerbangan kedatangan dari Abu Dhabi dan Doha ke Jakarta juga berstatus cancel.
Fahmi menjelaskan pembatalan terjadi akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara kawasan Timur Tengah. Bandara kini berkoordinasi intensif dengan maskapai, AirNav, dan instansi terkait untuk memastikan keselamatan tetap jadi prioritas.
Penumpang terdampak diarahkan mengurus pembatalan di imigrasi dan melakukan penjadwalan ulang dengan maskapai.
Bali: Ada Cancel, Ada Postponed
Di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, situasinya serupa.
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia, Gede Eka Sandi Asmadi, menyebut sejumlah penerbangan menuju Abu Dhabi, Dubai, dan Doha mengalami penyesuaian.
“Ada yang dibatalkan dan ada yang ditunda,” ujarnya.
Meski begitu, operasional bandara secara umum tetap normal. Help desk dibuka di Terminal Keberangkatan Internasional untuk membantu penumpang mendapatkan informasi terbaru.
Kenapa Konflik Bisa Ganggu Jadwal Kamu?
Dalam dunia penerbangan, wilayah udara adalah jalur vital. Jika satu negara menutup airspace karena konflik militer, maskapai harus mengalihkan rute atau membatalkan penerbangan demi keselamatan.
Menghindari zona konflik berarti jarak tempuh lebih jauh, biaya operasional naik, dan slot penerbangan terganggu. Jika situasi belum stabil, pembatalan jadi pilihan paling aman.
Timur Tengah sendiri adalah hub penerbangan global. Doha, Dubai, dan Abu Dhabi menjadi titik transit utama ke Eropa dan Afrika. Artinya, dampaknya bisa meluas jika ketegangan berlanjut.
Buat kamu yang punya rencana kuliah, kerja, umrah, atau liburan lewat jalur Timur Tengah, jangan cuma cek e-ticket. Pantau aplikasi maskapai. Siapkan opsi alternatif.
Karena di era global, konflik ribuan kilometer jauhnya bisa langsung mengubah itinerary kamu dalam hitungan jam. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.