Serangan AS-Israel Tewaskan Ali Khamenei, Apa Dampaknya ke Dunia?

Ribuan warga memadati alun-alun di Teheran dalam suasana berkabung nasional usai wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran. Foto: @OncomingAllure.

Mulamula.id Dunia dikejutkan kabar dari Teheran. Kantor berita Fars mengonfirmasi wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia disebut meninggal saat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah titik strategis di Iran, Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Serangan itu dilaporkan menargetkan kompleks kediaman sekaligus pusat aktivitas kenegaraan Khamenei. Citra satelit yang beredar memperlihatkan kerusakan di area tersebut. Pemerintah Iran langsung mengumumkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur resmi.

Siapa Ali Khamenei?

Khamenei memimpin Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh sentral Revolusi Islam 1979. Dalam struktur politik Iran, posisi Pemimpin Tertinggi berada di atas presiden. Ia memegang kendali militer, keamanan, dan arah ideologi negara.

Baca juga: Serangan Israel-AS Picu Pembatalan Penerbangan Indonesia ke Timur Tengah

Sebelum menjabat posisi tertinggi, Khamenei juga berperan penting dalam fase awal Republik Islam Iran, termasuk saat perang Iran-Irak pada 1980-an. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi simbol kontinuitas rezim sekaligus wajah resistensi Iran terhadap Barat.

Respons Washington dan Tel Aviv

Klaim wafatnya Khamenei sebelumnya lebih dulu disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosial Truth Social. Ia menyebut momen ini sebagai “kesempatan terbesar rakyat Iran untuk mengambil kembali negaranya.”

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan ada “indikasi kuat” bahwa Khamenei telah meninggal setelah serangan ke Teheran.

Pernyataan dua pemimpin ini mempertegas bahwa operasi militer tersebut bukan insiden biasa. Ini adalah eskalasi besar dalam ketegangan lama antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam arsip foto resmi. Ia menjabat sejak 1989 setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini. Foto: Ist.
Apa Dampaknya?

Kematian Khamenei membuka babak baru politik Iran. Secara konstitusional, proses suksesi Pemimpin Tertinggi melibatkan Majelis Ahli. Namun dalam situasi krisis dan serangan militer, transisi bisa berlangsung penuh tekanan.

Ada tiga dampak utama yang perlu dicermati:

  1. Stabilitas internal Iran. Apakah elite politik dan militer tetap solid?
  2. Arah kebijakan luar negeri. Apakah Iran akan membalas secara langsung?
  3. Harga minyak global. Timur Tengah adalah jantung energi dunia. Ketegangan di Iran berpotensi mengguncang pasar.

Baca juga: Piala Dunia 2026 Terancam? Ketegangan AS–Israel vs Iran Bikin FIFA Siaga

Bagi Gen Z Indonesia, isu ini mungkin terasa jauh. Tapi dampaknya bisa dekat. Harga BBM, nilai tukar rupiah, hingga sentimen pasar global bisa ikut terpengaruh.

Timur Tengah di Titik Kritis

Serangan ini bukan sekadar konflik dua negara. Ini adalah pertaruhan geopolitik. Iran selama ini menjadi aktor kunci dalam poros perlawanan di kawasan, dari Lebanon hingga Suriah.

Kini, dengan wafatnya figur sentral seperti Khamenei, peta kekuatan bisa berubah drastis. Dunia menunggu, apakah ini awal de-eskalasi atau justru pemicu konflik yang lebih luas?

Satu hal pasti. Timur Tengah kembali berada di titik paling panasnya dalam satu dekade terakhir. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *