
BOGOR, mulamula.id – Presiden Prabowo Subianto memberi pesan keras soal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi penyimpangan, korupsi, atau penyalahgunaan kepercayaan dalam program prioritas tersebut.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memberi sambutan dalam agenda Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).
Di hadapan ribuan peserta, termasuk Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia atau SPPI, pengelola dapur MBG, dan mitra program, Prabowo menyinggung pergantian sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional atau BGN.
Menurut Prabowo, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat.
“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian,” ujar Prabowo, sebagaimana disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
MBG Masuk Ujian
Pernyataan Prabowo datang saat Program MBG sedang menjadi sorotan besar. Sehari sebelumnya, Prabowo mengganti Kepala BGN dari Dadan Hindayana kepada Nanik S Deyang.
Pergantian itu kemudian diikuti langkah hukum Kejaksaan Agung. Dadan ditahan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program MBG tahun 2025–2026. Kejagung juga menahan dua mantan pejabat BGN lain, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya.
Baca juga: Eks Kepala BGN Ditahan, Kasus MBG Masuk Babak Paling Serius
Kasus ini membuat MBG tidak hanya diuji dari sisi teknis pelaksanaan. Program tersebut juga diuji dari sisi integritas, pengawasan, dan tata kelola anggaran publik.
MBG adalah program penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia. Dalam skala besar, program ini membutuhkan dapur, distribusi pangan, pengadaan barang dan jasa, tenaga pelaksana, serta pengawasan ketat di lapangan.
Karena itu, satu titik lemah dalam tata kelola bisa berdampak luas. Bukan hanya pada anggaran negara, tetapi juga pada kepercayaan publik.
Keputusan yang Berat
Prabowo mengakui keputusan mengganti pimpinan BGN tidak mudah. Ia menyebut orang-orang yang diganti adalah pihak yang sebelumnya diberi amanah langsung untuk menjalankan program tersebut.
“Waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat, ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat,” kata Prabowo.
Namun, Prabowo mengatakan keputusan itu harus diambil setelah dirinya menerima berbagai laporan. Laporan tersebut menyangkut kekurangan pelaksanaan program, kejanggalan, hingga indikasi penyimpangan yang perlu segera ditindaklanjuti.
Menurut Prabowo, kualitas kepemimpinan sangat menentukan arah organisasi. Terutama dalam program besar yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompetensi, atau tidak jujur,” ujarnya.
SPPI Diminta Jaga Dapur MBG
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan peran SPPI sebagai garda depan pelaksanaan MBG. Para lulusan SPPI disiapkan untuk memimpin dan mengelola dapur MBG di berbagai daerah.
Prabowo meminta mereka menjaga integritas. Ia juga meminta pengelola dapur tidak terlibat praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
“Kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” ujar Prabowo.
Pesan itu penting karena dapur MBG menjadi titik paling dekat dengan penerima manfaat. Dari dapur inilah kualitas makanan, distribusi, kebersihan, dan akuntabilitas program diuji setiap hari.
Bukan Sekadar Makan Gratis
Prabowo menegaskan negara siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum. Tujuannya agar MBG berjalan sesuai rencana dan tidak dibajak oleh kepentingan pribadi.
Dalam konteks ini, MBG tidak bisa dilihat hanya sebagai program pembagian makanan. Program tersebut juga menjadi ujian tata kelola negara.
MBG adalah program sosial berskala besar. Ia membawa misi gizi, pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, dan perlindungan masa depan anak Indonesia.
Baca juga: Kantor BGN Digeledah, MBG Masuk Ujian Besar
Namun, program sebesar itu hanya bisa berhasil jika dijaga dengan sistem yang bersih. Tujuan baik tidak cukup. Anggaran publik harus dikelola transparan, pelaksana harus diawasi, dan konflik kepentingan harus dicegah sejak awal.
Kasus hukum yang kini berjalan menjadi peringatan keras. Program untuk anak-anak tidak boleh berubah menjadi ruang penyalahgunaan kuasa.
Bagi pemerintah, tantangannya kini bukan hanya memastikan makanan sampai ke penerima manfaat. Tantangan yang sama pentingnya adalah memastikan kepercayaan publik tidak ikut hilang di tengah jalan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.