Perang Era Satelit, Intelijen Militer Kini Bisa Viral di Media Sosial

Citra satelit resolusi tinggi memperlihatkan kapal militer yang terbakar di sebuah pelabuhan di Timur Tengah. Teknologi satelit komersial kini memungkinkan pergerakan aset militer terpantau dari orbit. Foto: @MizarVision.

Mulamula.id Rahasia militer yang dulu hanya diketahui badan intelijen kini semakin sulit disembunyikan. Dengan bantuan satelit komersial dan kecerdasan buatan (AI), perusahaan teknologi kini mampu melacak pergerakan pesawat tempur hingga kapal induk di tengah konflik global.

Fenomena itu terlihat dalam perang Amerika Serikat dan Iran. Perusahaan teknologi asal Cina, MizarVision, mengunggah serangkaian citra satelit yang memperlihatkan pergerakan pesawat tempur, kapal perang, hingga pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Foto-foto tersebut dibagikan melalui media sosial X dan memperlihatkan sejumlah aset militer strategis, mulai dari jet tempur siluman hingga kapal induk.

Baca juga: Perang Iran Berbasis AI, 900 Serangan dalam 12 Jam

Beberapa fasilitas yang diidentifikasi dalam unggahan tersebut kemudian dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran.

Peristiwa ini memperlihatkan perubahan besar dalam dunia intelijen. Di era satelit komersial dan AI, informasi militer tidak lagi hanya berada di tangan negara.

Perusahaan AI Cina Melacak Aset Militer AS

MizarVision berbasis di Shanghai dan bergerak di bidang intelijen geospasial. Perusahaan ini menggunakan kecerdasan buatan untuk menganalisis citra satelit yang tersedia secara komersial.

Dalam beberapa unggahannya, MizarVision memperlihatkan posisi sejumlah aset penting militer Amerika Serikat.

Di antaranya adalah pesawat tempur siluman F-22 Raptor yang terlihat parkir di pangkalan udara Ovda di Israel. Selain itu, citra lain menunjukkan aktivitas di pangkalan udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, termasuk keberadaan tujuh pesawat sistem peringatan dini Boeing E-3 AWACS dan pesawat komunikasi Bombardier E-11.

Citra satelit yang dianalisis dengan kecerdasan buatan menandai keberadaan pesawat tanker KC-135 di sebuah pangkalan udara. Teknologi AI mampu mengidentifikasi objek militer dari ribuan citra satelit secara otomatis. @MizarVision.

Perusahaan tersebut juga mengamati pergerakan kapal induk Amerika di kawasan Timur Tengah. Salah satu yang dilacak adalah USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar milik Angkatan Laut AS.

Citra yang dibagikan memperlihatkan pesawat tempur F/A-18 Super Hornet dan pesawat peringatan dini E-2D Hawkeye yang berada di dek kapal.

Baca juga: ChatGPT Masuk Dunia Militer, Awal Perdebatan Besar Etika AI

Selain Ford, MizarVision juga mempublikasikan gambar USS Abraham Lincoln yang sedang melakukan rendezvous dengan kapal pemasok di Laut Arab.

Satelit Komersial Mengubah Dunia Intelijen

Fenomena ini menandai perubahan besar dibanding era Perang Dingin.

Pada masa itu, hanya negara-negara besar yang memiliki satelit mata-mata. Jumlahnya terbatas, mahal, dan biasanya dioperasikan secara rahasia oleh badan intelijen.

Kini situasinya berbeda. Ratusan satelit kecil yang mengorbit di orbit rendah Bumi (low Earth orbit) mampu mengambil gambar resolusi tinggi dari hampir seluruh permukaan planet.

Perusahaan seperti Planet Labs, Airbus Defence & Space, serta sejumlah operator satelit lainnya menyediakan citra komersial yang bisa diakses berbagai pihak.

Biaya yang semakin murah membuat data tersebut tidak lagi eksklusif bagi pemerintah. Akademisi, jurnalis, perusahaan, bahkan kelompok analis independen kini dapat mengunduh dan mempelajari citra tersebut.

Hal ini membuat pergerakan militer semakin sulit disembunyikan.

AI Membaca Ribuan Foto dalam Hitungan Detik

Kekuatan lain yang mempercepat perubahan ini adalah kecerdasan buatan.

Dulu, analisis citra satelit membutuhkan banyak analis manusia yang harus memeriksa foto satu per satu untuk mengidentifikasi objek militer.

Kini AI mampu memindai ribuan gambar sekaligus dan mengenali objek penting seperti kapal induk, pesawat peringatan dini, atau baterai pertahanan udara.

Teknologi ini memungkinkan analisis intelijen dilakukan hampir secara real-time.

Citra satelit menunjukkan posisi beberapa drone MQ-9 Reaper di sebuah pangkalan udara. Analisis berbasis AI memungkinkan pengenalan objek militer secara cepat dari data satelit komersial. Foto: @MizarVision.

Dengan bantuan perangkat lunak pelacakan penerbangan dan data sumber terbuka, pergerakan pesawat patroli maritim P-8A Poseidon bahkan dapat digunakan untuk memperkirakan posisi kapal induk yang beroperasi di laut.

Era Baru, Perang Kian Sulit Disembunyikan

Ketersediaan citra satelit komersial telah membuka babak baru dalam dunia keamanan global.

Pemerintah Amerika Serikat sendiri pernah memanfaatkan citra komersial untuk memperlihatkan pergerakan pasukan Rusia di sekitar Ukraina pada 2021–2022. Langkah tersebut digunakan untuk meyakinkan negara-negara Eropa bahwa Moskow sedang mempersiapkan invasi.

Namun teknologi yang sama juga dapat digunakan oleh pihak lain.

Kini jurnalis, analis intelijen sumber terbuka (OSINT), hingga perusahaan swasta dapat memantau aktivitas militer hampir secara langsung dari orbit.

Baca juga: Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Board of Peace

Di tengah perkembangan teknologi ini, banyak analis menilai dunia sedang memasuki era baru. era di mana ketika perang tidak lagi sepenuhnya tersembunyi.

Di langit, ratusan satelit kecil terus mengawasi Bumi, dan hampir tidak ada tempat yang benar-benar luput dari pengamatan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *