
JAKARTA, mulamula.id – Jepang kembali menunjukkan ambisinya menjadi pelopor teknologi medis dunia. Kali ini lewat langkah berani: menyetujui penggunaan terapi sel punca (stem cell) untuk mengobati penyakit Parkinson dan gagal jantung.
Jika semua berjalan sesuai rencana, terapi ini bisa mulai diberikan kepada pasien dalam beberapa bulan ke depan. Artinya, dunia mungkin segera menyaksikan terapi komersial pertama berbasis sel iPS (induced pluripotent stem cells) yang benar-benar digunakan secara luas.
Langkah ini bukan sekadar kemajuan medis. Ini membuka kemungkinan baru bagi jutaan pasien yang selama ini hanya bisa mengandalkan terapi pereda gejala.
Terapi Parkinson yang Menargetkan Akar Masalah
Perusahaan farmasi Jepang Sumitomo Pharma mendapat izin untuk memproduksi dan menjual terapi bernama Amchepry. Metode ini bekerja dengan cara mentransplantasikan sel punca ke otak pasien Parkinson.
Sel tersebut kemudian berkembang menjadi sel saraf penghasil dopamin, zat kimia di otak yang berperan penting dalam mengendalikan gerakan tubuh.
Baca juga: Alat Pacu Jantung Sekecil Beras Ini Bisa Larut dalam Tubuh
Pada penderita Parkinson, sel dopamin ini perlahan rusak atau mati. Akibatnya muncul gejala seperti tremor, tubuh kaku, hingga kesulitan bergerak.
Dengan mengganti sel yang rusak menggunakan sel baru hasil rekayasa laboratorium, terapi ini mencoba menyasar akar biologis penyakit, bukan sekadar meredakan gejala.
Uji Klinis Awal Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Terapi ini telah diuji dalam penelitian yang dipimpin ilmuwan dari Kyoto University. Uji coba melibatkan tujuh pasien Parkinson berusia 50 hingga 69 tahun.
Setiap pasien menerima transplantasi sekitar 5 juta hingga 10 juta sel di kedua sisi otak.
Baca juga: Bekukan Tumor Tanpa Operasi, Australia Uji Terapi Kanker Super Presisi
Sel yang digunakan berasal dari donor sehat. Di laboratorium, sel tersebut dikembangkan menjadi cikal bakal neuron penghasil dopamin sebelum ditanamkan ke otak pasien.
Para pasien kemudian dipantau selama dua tahun.
Hasilnya cukup menggembirakan. Peneliti tidak menemukan efek samping serius, sementara empat dari tujuh pasien menunjukkan perbaikan gejala.
Meski masih dalam tahap awal, temuan ini memberi sinyal bahwa terapi berbasis sel punca berpotensi menjadi pendekatan baru dalam pengobatan Parkinson.
Teknologi Nobel yang Kini Masuk Klinik
Teknologi di balik terapi ini berasal dari penelitian Shinya Yamanaka, ilmuwan Jepang yang meraih Hadiah Nobel Kedokteran pada 2012.
Ia menemukan cara mengubah sel dewasa biasa menjadi sel iPS, sel yang memiliki kemampuan berkembang menjadi hampir semua jenis sel dalam tubuh manusia.
Teknologi ini dianggap revolusioner karena memungkinkan pembuatan berbagai jaringan tubuh tanpa menggunakan embrio.
Karena fleksibilitasnya, sel iPS kini menjadi salah satu bidang riset paling menjanjikan dalam pengobatan regeneratif.
Terapi untuk Jantung Gagal Juga Disetujui
Selain terapi Parkinson, pemerintah Jepang juga memberi lampu hijau bagi teknologi medis lain bernama ReHeart.
Terapi ini dikembangkan oleh startup medis Cuorips dalam bentuk lembaran otot jantung.
Baca juga: 59 Persen Pasien Kanker di Indonesia Berakhir Meninggal, Kenapa Bisa?
Lembaran tersebut ditempelkan ke bagian jantung yang rusak. Fungsinya membantu membentuk pembuluh darah baru sekaligus memperbaiki kinerja otot jantung yang melemah.
Teknologi ini diharapkan menjadi opsi baru bagi pasien gagal jantung, penyakit yang selama ini sulit disembuhkan secara tuntas.
Persetujuan Khusus Agar Terapi Cepat Sampai ke Pasien
Kedua terapi ini mendapat persetujuan bersyarat dengan batas waktu dari regulator kesehatan Jepang. Skema ini memungkinkan terapi inovatif digunakan lebih cepat pada pasien, meskipun data uji klinis masih terbatas.
Menurut laporan harian Asahi, model ini mirip lisensi sementara. Penilaian keamanan dan efektivitas didasarkan pada jumlah pasien yang lebih kecil dibanding uji obat konvensional.
Namun pemerintah Jepang menilai pendekatan ini penting untuk mempercepat akses pasien terhadap inovasi medis.
Menteri Kesehatan Jepang Kenichiro Ueno mengatakan pemerintah berharap terapi tersebut memberi harapan baru bagi pasien di berbagai negara.
“Saya berharap ini dapat membawa harapan bagi pasien, tidak hanya di Jepang tetapi juga di seluruh dunia,” kata Ueno.
Harapan Baru bagi Jutaan Pasien
Parkinson adalah penyakit neurologis degeneratif yang memengaruhi sistem gerak tubuh. Gejalanya antara lain tremor, tubuh kaku, dan kesulitan berjalan.
Menurut Parkinson’s Foundation, sekitar 10 juta orang di dunia hidup dengan penyakit ini.
Selama ini, sebagian besar terapi hanya membantu mengendalikan gejala. Belum ada pengobatan yang benar-benar menghentikan perkembangan penyakit.
Karena itu, kemajuan terapi sel punca menjadi kabar penting bagi dunia medis.
Jika berhasil dalam penggunaan lebih luas, pendekatan ini bisa membuka era baru. Pengobatan yang memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, bukan hanya mengobati gejalanya. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.