Piala Dunia 2026 Ubah Aturan Kartu Kuning, Risiko Absen di Laga Krusial Dipangkas

Ilustrasi pemberian kartu kuning oleh wasit. Aturan akumulasi kartu di Piala Dunia 2026 akan diubah untuk mengurangi risiko absen pemain di laga penting. Foto: Magnific.

Mulamula.idPerubahan besar datang dari FIFA. Untuk Piala Dunia FIFA 2026, federasi sepak bola dunia itu resmi mengutak-atik aturan kartu kuning. Tujuannya, mengurangi risiko pemain absen di laga penting hanya karena akumulasi.

Keputusan ini diambil dalam rapat Dewan FIFA (FIFA Council) di Vancouver, Kanada, pada Selasa (29/4/2026).

Keputusan ini muncul seiring perubahan format turnamen yang makin panjang dan padat.

Format Lebih Panjang

Perubahan ini diterapkan dalam turnamen dengan skala yang jauh lebih besar. Edisi 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni–19 Juli 2026.

Untuk pertama kalinya, jumlah peserta melonjak menjadi 48 tim. Sebelumnya, hanya 32 negara yang tampil. Dampaknya terasa langsung. Jalan menuju perempat final jadi lebih panjang. Setiap tim harus memainkan tiga laga fase grup, lalu melanjutkan ke babak 32 besar dan 16 besar sebelum mencapai delapan besar.

Baca juga: FIFA Pastikan Iran Tetap Tampil di Piala Dunia 2026 di Tengah Perang Timur Tengah

Semakin banyak pertandingan, semakin besar pula risiko akumulasi kartu. Di sinilah FIFA mulai mengubah pendekatan.

Aturan Lama Ditinggalkan

Dalam regulasi sebelumnya, pemain yang mengantongi dua kartu kuning dalam periode lima pertandingan otomatis terkena skorsing satu laga. Aturan ini kerap menuai kritik karena bisa membuat pemain kunci absen di fase gugur hanya akibat pelanggaran di fase awal.

Situasi itu dinilai tidak ideal untuk kualitas pertandingan.

Reset di Dua Titik

Di Piala Dunia 2026, kartu kuning tidak lagi dibawa terus sepanjang turnamen. Catatan pemain akan dihapus setelah fase grup selesai. Artinya, pemain yang sudah menerima satu kartu kuning tidak perlu khawatir membawanya ke babak gugur.

Baca juga: Coldplay di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Halftime Show Perdana

Penghapusan juga kembali dilakukan setelah perempat final. Dengan begitu, pemain yang melaju ke semifinal dan final memiliki “catatan bersih” dari fase sebelumnya.

Risiko Tetap Ada

Meski aturan dibuat lebih fleksibel, peluang terkena hukuman tetap ada. Seorang pemain masih bisa absen jika menerima dua kartu kuning dalam tiga laga fase grup. Skenario lain, akumulasi juga bisa terjadi dalam fase gugur, jika seorang pemain mendapat dua kartu dalam rangkaian pertandingan sejak babak 32 besar hingga perempat final.

Artinya, risiko kini lebih terkonsentrasi dalam periode pendek, bukan terakumulasi panjang seperti sebelumnya.

Strategi Tim Berubah

Perubahan ini bukan sekadar teknis. Dampaknya langsung terasa pada strategi tim. Pelatih kini punya ruang lebih besar untuk menurunkan pemain inti tanpa dihantui risiko kehilangan mereka di laga krusial karena akumulasi lama.

Namun disiplin tetap jadi faktor penentu. Dalam sistem baru, dua kartu dalam waktu singkat tetap cukup untuk membuat pemain absen.

FIFA menegaskan, kebijakan ini dirancang untuk menyesuaikan format turnamen yang lebih panjang. Tujuannya, menjaga kualitas pertandingan tetap tinggi dengan memastikan pemain terbaik bisa tampil di momen paling menentukan. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *