
JAKARTA, mulamula.id – Ketegangan geopolitik belum tentu menghalangi panggung sepak bola dunia. Di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung, Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino memastikan, Iran tetap akan tampil di Piala Dunia 2026.
Pernyataan ini muncul saat banyak pihak meragukan kehadiran tim nasional Iran. Situasi memanas setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran sejak akhir Februari.
Namun bagi FIFA, tiket Iran sudah sah. Tidak ada alasan untuk mencabutnya.
Lolos di Lapangan, Bukan di Politik
Infantino menegaskan, Iran berhak tampil karena hasil di lapangan. Tim ini lolos setelah tampil konsisten di babak kualifikasi, termasuk hasil imbang dramatis melawan Uzbekistan pada Maret 2025.
Dua gol Mehdi Taremi dalam laga itu memastikan Iran mengunci tiket ke Piala Dunia. Ini akan menjadi partisipasi ketujuh mereka di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Hadirkan Trio Maskot Keren: Clutch, Maple, dan Zayu
“Tim Iran pasti akan datang. Mereka mewakili rakyatnya,” kata Infantino, dikutip dari CNN, Jumat (17/4).
Pesannya jelas. Sepak bola tetap berjalan, meski dunia sedang tidak baik-baik saja.
Antara Idealisme dan Realitas
Infantino juga menyuarakan prinsip lama dalam olahraga, harus berada di luar politik. Tapi, ia tidak menutup mata bahwa realitasnya berbeda.
Konflik yang melibatkan negara besar membuat situasi jadi kompleks. Bahkan, Presiden AS Donald Trump disebut tidak menganjurkan Iran hadir dengan alasan keamanan.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Terancam? Ketegangan AS–Israel vs Iran Bikin FIFA Siaga
Di sisi lain, pernyataan dari pemerintah Iran dan otoritas sepak bola mereka juga belum sepenuhnya sejalan.
Artinya, panggung sepak bola kini berada di persimpangan, antara idealisme global dan realitas geopolitik.
FIFA Siapkan Akses
Sebagai tuan rumah bersama, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menggelar Piala Dunia 2026 di berbagai kota.
Iran dijadwalkan bermain di Inglewood, California, serta Seattle. Lokasi ini menambah kompleksitas, mengingat isu keamanan dan hubungan diplomatik yang sensitif.
Baca juga: Trionda, Bola Piala Dunia 2026 dengan Sentuhan Teknologi dan Identitas Tiga Negara
Infantino memastikan FIFA akan berupaya membuka akses bagi Iran. Termasuk memastikan tim bisa masuk, bertanding, dan kembali dengan aman.
Sepak Bola dan Harapan Damai
Di tengah konflik, sepak bola sering menjadi ruang netral. Tempat di mana identitas negara hadir tanpa senjata.
Infantino mengaku sempat bertemu tim Iran di Antalya, Turki. Ia melihat semangat yang kuat dari para pemain untuk tetap tampil.
“Mereka ingin bermain. Dan mereka seharusnya bermain,” ungkapnya.
Piala Dunia 2026 kini bukan sekadar turnamen. Tapi, menjadi ujian, apakah olahraga benar-benar bisa berdiri di atas semua konflik.
Atau justru ikut terseret dalam arusnya. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.