
JAKARTA, mulamula.id – Aktivitas kereta di lintas Bekasi mulai kembali bergerak setelah tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL berhasil ditangani. Proses evakuasi telah rampung. Jalur kini dibuka, tetapi belum sepenuhnya normal.
Kereta jarak jauh sudah bisa melintas dari dan menuju Jakarta. Namun, kecepatannya masih dibatasi. Ini jadi langkah hati-hati sambil memastikan keamanan jalur tetap terjaga.
Jalur Mulai Pulih
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, memastikan jalur hilir lebih dulu dibuka sejak dini hari. Jalur ini melayani kereta dari arah timur menuju Jakarta.
Tak lama berselang, jalur hulu juga dinyatakan aman. Jalur ini menghubungkan Jakarta ke berbagai kota di Jawa bagian timur. Pembersihan puing selesai. Pemeriksaan keselamatan juga sudah dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Artinya, dua arah perjalanan kini sudah bisa dilewati. Tapi belum dengan kecepatan normal.
Kecepatan Masih Dibatasi
Meski jalur sudah terbuka, kereta hanya boleh melaju maksimal 30 km/jam di area terdampak. Pembatasan ini bukan tanpa alasan.
Baca juga: Tabrakan Kereta di Bekasi: Evaluasi Total Dimulai, Flyover Disiapkan
Operator ingin memastikan tidak ada risiko tersembunyi di rel, struktur, atau sistem persinyalan. Setiap perjalanan harus tetap aman, meski berarti sedikit lebih lambat.
Langkah ini juga jadi sinyal bahwa pemulihan dilakukan bertahap, bukan instan.
Keselamatan Jadi Prioritas
Pihak operator menegaskan tidak ada kompromi soal keselamatan. Jalur dibuka setelah dinyatakan layak pakai. Bukan sekadar karena tekanan untuk kembali normal.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut meninjau langsung kondisi lapangan. Pemerintah memastikan proses pemulihan berjalan sesuai standar.
Pendekatannya jelas. Lebih baik lambat, tapi aman.
Dampak ke Penumpang
Bagi penumpang, kondisi ini berarti perjalanan masih bisa mengalami keterlambatan. Jadwal belum sepenuhnya stabil.
Namun, kabar baiknya, jalur tidak lagi lumpuh total. Mobilitas mulai pulih. Aktivitas transportasi kembali berjalan, meski dengan penyesuaian.
Ke depan, normalisasi penuh akan bergantung pada hasil evaluasi lanjutan. Termasuk pengecekan menyeluruh terhadap sistem operasional dan keselamatan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.