
JAKARTA, mulamula.id – Presiden Prabowo Subianto menjanjikan pembangunan satu juta rumah bersubsidi untuk buruh mulai tahun ini. Program ini disebut akan difokuskan di sekitar kawasan industri agar pekerja lebih mudah menjangkau tempat kerja.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat peringatan Hari Buruh di Monumen Nasional, Jumat (1/5). Ia menyebut, hingga saat ini pemerintah sudah membangun sekitar 350 ribu unit rumah.
“Target kami minimal satu juta rumah. Kami mulai tahun ini,” kata Prabowo.
Dekat Tempat Kerja
Berbeda dari program sebelumnya, pemerintah kini mencoba menjawab keluhan utama buruh, lokasi rumah yang terlalu jauh.
Prabowo mengatakan, ke depan rumah subsidi akan dibangun dalam bentuk klaster atau kota baru yang berada di sekitar kawasan industri. Di dalamnya akan tersedia fasilitas lengkap, mulai dari sekolah, tempat penitipan anak, rumah sakit, hingga transportasi publik murah.
Baca juga: Potongan Aplikator Ojol Dipangkas Jadi 8%, Driver Dapat Porsi Lebih Besar
“Harus ada transportasi, bisa kereta ringan atau bus, supaya pekerja bisa masuk kerja dengan lancar,” ujarnya.
Skema Subsidi Masih Sama
Program ini tetap menggunakan skema yang sudah berjalan, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Melalui skema ini, masyarakat bisa mengakses KPR dengan bunga tetap 5 persen per tahun, tenor hingga 20 tahun. Uang muka juga ringan, mulai dari 1 persen, ditambah bantuan subsidi.
Masalah Lama, Lokasi
Meski skemanya menarik, banyak masyarakat mengeluhkan lokasi rumah subsidi yang jauh dari pusat kota atau kawasan industri.
Akibatnya, biaya transportasi tinggi dan waktu tempuh panjang. Ini membuat sebagian buruh tetap kesulitan, meski sudah memiliki rumah.
Rencana pembangunan kota baru dekat kawasan industri diharapkan bisa menjadi solusi atas masalah tersebut.
Namun, realisasinya akan bergantung pada ketersediaan lahan dan harga tanah yang terus naik di sekitar kawasan industri. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.