
JAKARTA, mulamula.id – Satu organisasi baru lahir dari pertemuan para praktisi hukum dan keuangan. Namanya Asosiasi Advokat & Akuntan Forensik Indonesia (AAAFI). Misinya, memperkuat pencarian kebenaran dalam kasus-kasus hukum, terutama yang melibatkan kejahatan keuangan.
Organisasi ini digagas oleh sejumlah advokat dan akuntan senior. Mereka melihat celah besar dalam praktik penegakan hukum. Banyak perkara bergantung pada dokumen formal, tetapi belum tentu menyentuh fakta sebenarnya.
Ketua Umum AAAFI, Jan Samuel Maringka, menegaskan pembentukan organisasi ini bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari hak warga negara untuk berpartisipasi dalam penegakan hukum.
“Ini bentuk partisipasi aktif untuk menegakkan keadilan dan kebenaran,” ungkapnya, Selasa (5/5).
Dua Profesi, Satu Tujuan
Dalam perkara kejahatan keuangan, advokat dan akuntan punya peran berbeda. Tapi, keduanya saling melengkapi.
Advokat fokus pada aspek hukum. Akuntan menghitung kerugian secara objektif. Ketika dua peran ini berjalan bersama, peluang menemukan kebenaran materiil menjadi lebih besar.
Baca juga: Legal Analytics, Sahabat Baru atau Ancaman Profesi Hukum?
Kebenaran materiil adalah fakta yang benar-benar terjadi. Bukan sekadar apa yang tertulis di dokumen atau disampaikan di ruang sidang.
Di sinilah AAAFI ingin masuk.
Organisasi ini ingin mendorong praktik hukum yang tidak hanya prosedural, tetapi juga substantif. Tidak berhenti di kebenaran formal, tapi menggali fakta yang sesungguhnya.
Bukan Sekadar Organisasi Biasa
AAAFI bukan organisasi advokat pada umumnya. Tapi, lebih spesifik.
Sekretaris Jenderal AAAFI, Irwanto, menyebut asosiasi ini seperti “dokter spesialis” dalam dunia hukum.
Artinya, fokusnya pada bidang tertentu, forensik hukum dan keuangan.
Untuk itu, anggota akan dibekali pelatihan khusus. Salah satunya sertifikasi Certified Forensic Legal Analyst (CFLA). Tujuannya meningkatkan kualitas analisis dalam perkara kompleks.
“Ini bukan pesaing organisasi advokat. Justru pelengkap yang lebih spesifik,” jelasnya.
Diisi Nama-nama Berpengaruh
Sejumlah tokoh besar ikut dalam pendirian AAAFI. Di antaranya:
- Hamdan Zoelva
- Haryono Umar
- Hariyanto
Kehadiran mereka memberi sinyal kuat: organisasi ini tidak main-main.
AAAFI juga berencana memperluas jaringan ke seluruh Indonesia. Kantor akan dibuka di wilayah yang memiliki anggota aktif.
Celah di Penegakan Hukum
Indonesia sudah lama menyebut diri sebagai negara hukum. Tapi dalam praktiknya, banyak kasus, terutama korupsi dan kejahatan keuangan, masih sulit dibuktikan secara menyeluruh.
Masalahnya sering sama. Data kompleks, perhitungan rumit, dan celah interpretasi.
Di titik ini, pendekatan forensik jadi kunci.
Kolaborasi advokat dan akuntan bisa memperjelas alur uang, menghitung kerugian negara, hingga mengungkap skema tersembunyi.
Baca juga: AI Hukum Buatan Indonesia Dipakai Jepang, Kenapa Belum Laku di Dalam Negeri?
AAAFI mencoba menjawab kebutuhan itu.
Bukan hanya untuk penegakan hukum, tapi juga untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.
Arah ke Depan
Organisasi ini sebenarnya sudah terbentuk sejak Februari. Namun, baru sekarang resmi dibuka sebagai organisasi publik.
Langkah berikutnya, rekrut anggota nasional dan memperluas pelatihan.
Baca juga: Data Kamu Dikirim ke Luar Negeri, Siapa Menjaga Keamanannya?
Ambisinya cukup besar. Menjadi ruang kolaborasi antara hukum dan keuangan dalam satu ekosistem yang lebih solid.
Jika berhasil, AAAFI bisa menjadi salah satu pilar baru dalam memperkuat sistem hukum Indonesia—terutama di era kejahatan finansial yang makin kompleks. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.