Bansos Makin Digital, Warga Jangan Dibiarkan Bingung

Petugas mendampingi seorang warga lanjut usia dalam proses verifikasi identitas menggunakan ponsel. Pendampingan menjadi bagian penting agar layanan digital tetap mudah diakses warga. Foto: Pemkot Surabaya.

MENGURUS bantuan seharusnya membuat hidup sedikit lebih ringan. Karena itu, ketika layanan berpindah ke layar, warga perlu mendapat jalan yang lebih mudah untuk menjangkaunya.

Bagi orang yang terbiasa memakai aplikasi, pendaftaran digital mungkin terasa praktis. Namun, bagaimana dengan warga yang ponselnya tidak mendukung, belum memahami verifikasi identitas, atau membutuhkan bantuan untuk membaca petunjuk?

Pertanyaan ini relevan ketika pemerintah memperluas digitalisasi perlindungan sosial. Pada Selasa, 20 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Dewan Ekonomi Nasional mengenai perkembangannya. Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyebut tujuan pembenahan itu adalah penyaluran bantuan yang lebih adil dan tepat sasaran.

Tujuannya penting. Bantuan perlu sampai kepada warga yang memenuhi kriteria. Namun, ketepatan data harus berjalan bersama kemudahan mengakses layanan. Sistem yang mampu mengenali calon penerima tetap membutuhkan cara agar warga bisa masuk, memahami prosesnya, dan memperbaiki informasi yang keliru.

Pendampingan Sudah Disiapkan

Pemerintah sebenarnya telah mengakui kebutuhan tersebut. Dalam penjelasan pada 26 Mei 2026, Kementerian Komunikasi dan Digital menyebut dua pendekatan. Layanan mandiri bagi warga yang terbiasa menggunakan teknologi serta layanan dengan pendampingan petugas bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi Mira Tayyiba menegaskan bahwa digitalisasi bertujuan memperluas akses. Portal Perlinsos dirancang untuk mendukung pendaftaran, verifikasi identitas, pemantauan pengajuan, hingga penyampaian sanggah.

Artinya, arah kebijakannya sudah menyediakan ruang bagi warga dengan kemampuan digital berbeda. Pertanyaan berikutnya adalah pelaksanaan. Apakah warga tahu tempat meminta bantuan, siapa petugasnya, dan bagaimana memperoleh penjelasan ketika proses tersendat?

Pengalaman Surabaya memberi contoh konkret. Saat uji coba pada 4 Juni 2026, Pemkot Surabaya menjelaskan bahwa warga tidak harus memiliki perangkat sendiri. Kepala Diskominfo Surabaya Eddy Christijanto menyebut sekitar 12.500 agen, termasuk unsur RT, RW, dan ASN, disiapkan untuk membantu pendaftaran.

Dalam kegiatan yang sama, Staf Ahli Menteri Komdigi Wijayakusuma Wardana mengakui sempat muncul kendala pada aplikasi. Ia menyatakan solusi telah ditemukan dan pelatihan serta uji coba perlu terus dilakukan. Catatan ini berasal dari uji coba Juni, bukan gambaran otomatis tentang kondisi layanan hari ini.

Data Keliru Harus Bisa Dikoreksi

Digitalisasi juga membawa harapan agar informasi penerima lebih cepat diperbarui. Anggota DEN Arief Anshory Yusuf, dalam keterangan yang diterbitkan Komdigi pada Mei 2026, menilai pembaruan data dapat membantu mengurangi kesalahan sasaran.

Pemerintah turut menjelaskan adanya mekanisme sanggah bagi warga yang merasa memenuhi kriteria tetapi belum terdaftar.

Mekanisme ini perlu mudah dipahami. Warga membutuhkan penjelasan tentang alasan keputusan, bukti yang perlu disampaikan, dan cara memantau tindak lanjutnya. Kesempatan mengajukan keberatan akan terasa berarti ketika orang bisa menggunakannya tanpa kebingungan berulang.

Di tingkat keluarga, anak muda bisa membantu orang tua memahami petunjuk atau mencari kanal resmi. Namun, dukungan keluarga sebaiknya melengkapi layanan petugas. Akses bantuan perlu tetap tersedia bagi warga yang tidak memiliki anggota keluarga untuk mendampingi.

Keamanan pun perlu masuk dalam penjelasan layanan. Komdigi mengingatkan warga agar menggunakan kanal resmi pemerintah berdomain .go.id serta mewaspadai pihak yang meminta biaya atau imbalan atas nama bantuan sosial.

Ukuran keberhasilan digitalisasi akhirnya perlu terasa dalam pengalaman warga: petunjuknya jelas, pendampingnya bisa ditemui, kesalahan datanya bisa diperbaiki, dan bantuannya sampai sesuai ketentuan.

Bagi orang yang sedang membutuhkan bantuan, kemajuan teknologi seharusnya terasa sebagai urusan yang lebih mudah diselesaikan. Di situlah pembenahan layanan menemukan maknanya. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *