Cek Kesehatan Haji Rp5 Juta, Bayar Pemeriksaan Apa?

Suasana jemaah di Masjidil Haram. Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian persiapan calon jemaah sebelum berangkat haji. Foto: alharamainsa.

JAKARTA, mulamula.id – Persiapan berangkat haji bukan hanya soal melunasi biaya perjalanan. Calon jemaah juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan. Namun, ketika tarifnya berbeda jauh antarrumah sakit, muncul pertanyaan mendasar, layanan apa yang sebenarnya mereka bayar?

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyoroti biaya medical check up atau MCU calon jemaah haji yang mencapai Rp5 juta. Ia menilai angka tersebut tidak masuk akal untuk pemeriksaan kesehatan dasar.

“Jadi, kalau ada yang melakukan pemeriksaan sampai Rp5.000.000, itu enggak masuk akal,” kata Dante dalam penandatanganan Surat Edaran Bersama di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Penandatanganan tersebut melibatkan Kemendagri, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kementerian Kesehatan. Pemerintah ingin membuat biaya pemeriksaan dasar lebih terjangkau dan mengurangi kesenjangan tarif.

Bagi calon jemaah dan keluarga yang mendampingi, kepastian ini penting. Mereka membutuhkan informasi biaya sejak awal agar bisa menyiapkan anggaran tanpa menebak-nebak tagihan berikutnya.

Berapa Kisaran Biaya Pemeriksaan Dasar?

Menurut Dante, Kementerian Kesehatan telah menghitung dua opsi kisaran biaya pemeriksaan kesehatan dasar calon jemaah haji.

Opsi paling rendah berada pada rentang Rp800.000-Rp900.000. Sementara opsi tertinggi berkisar Rp1,2 juta-Rp1,3 juta.

Angka tersebut perlu dibaca dengan tepat. Kisaran Rp1,3 juta merujuk pada paket pemeriksaan dasar yang dijelaskan Dante. Angka itu tidak otomatis mencakup seluruh pemeriksaan tambahan yang mungkin dibutuhkan seseorang.

Baca juga: Tak Hanya Doa, Ibadah Haji Menuntut Fisik yang Tangguh

Paket dasar meliputi anamnesis atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan kesehatan jiwa, serta pemeriksaan penunjang.

Melalui wawancara medis, petugas menggali riwayat kesehatan calon jemaah. Pemeriksaan berikutnya membantu menilai kondisi mereka sebelum menjalani rangkaian ibadah.

Karena itu, membandingkan harga MCU juga perlu memperhatikan isi paket. Dua layanan dengan nama serupa belum tentu menawarkan komponen pemeriksaan yang sama.

Mengapa Tarif Rumah Sakit Berbeda?

Dante menjelaskan, perbedaan biaya selama ini berkaitan dengan penyedia layanan dan dasar penetapan tarifnya.

Rumah sakit daerah menggunakan mekanisme tarif yang ditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Sementara rumah sakit vertikal milik Kementerian Kesehatan memakai ketentuan tarif tersendiri.

Pengadaan alat, fasilitas, dan pembiayaan setiap rumah sakit juga ikut memengaruhi harga layanan.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa persoalannya bukan semata-mata angka di loket pembayaran. Sistem penetapan tarif dan susunan paket pemeriksaan turut menentukan jumlah yang harus dibayar calon jemaah.

Namun, perbedaan tersebut tetap perlu dijelaskan kepada pengguna layanan. Calon jemaah seharusnya bisa mengetahui komponen pemeriksaan, harga paket, dan layanan yang belum termasuk sebelum menyetujui pemeriksaan.

Tanpa rincian itu, keluarga sulit menilai apakah tagihan lebih tinggi berasal dari pemeriksaan tambahan atau perbedaan harga untuk layanan dasar yang sebanding.

Pemeriksaan Tambahan Perlu Penjelasan

Dante menyebut CT scan, ekokardiografi atau pemeriksaan jantung dengan ultrasonografi, serta pemeriksaan tuberkulosis sebagai contoh pemeriksaan lanjutan. Layanan tersebut berada di luar paket MCU dasar dan dapat dilakukan jika diperlukan.

Di sinilah transparansi menjadi penting. Ketika pemeriksaan tambahan dibutuhkan, calon jemaah perlu memahami alasan medis dan biaya yang menyertainya.

Sebaliknya, tagihan yang melampaui kisaran paket dasar tidak bisa langsung dinilai hanya dari total akhirnya. Rincian layanan harus diperiksa terlebih dahulu. Ada perbedaan antara paket dasar yang mahal dan total biaya yang bertambah karena pemeriksaan lanjutan.

Kisaran tarif pemerintah memberi masyarakat pegangan awal. Agar berguna di lapangan, informasi tersebut perlu hadir dalam bentuk yang mudah dibaca. Isi paket jelas, harga terbuka, dan biaya tambahan dijelaskan sebelum pemeriksaan.

Tujuan akhirnya tetap kesiapan kesehatan calon jemaah. Kepastian biaya membantu mereka menjalani proses itu dengan lebih tenang, sementara pemeriksaan tetap mengikuti kebutuhan medis masing-masing. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *