
BAYANGKAN duduk di satu kereta selama tujuh hari. Tanpa turun. Tanpa ganti rangkaian. Sambil melintasi delapan zona waktu.
Itulah pengalaman di Trans-Siberian Railway, jalur kereta langsung terpanjang di dunia. Panjangnya 9.289 kilometer. Menghubungkan Moskow di barat Rusia hingga Vladivostok di tepi Samudra Pasifik.
Waktu tempuhnya 167 jam. Hampir satu pekan penuh di atas rel.
Lebih dari Sekadar Perjalanan
Trans-Siberia bukan tentang cepat sampai. Ini soal ritme.
Kereta melaju melewati hutan taiga yang sunyi, kota-kota industri Siberia, hingga tepian Danau Baikal, danau terdalam di dunia. Pemandangan berubah perlahan. Salju. Padang luas. Desa-desa kecil yang tampak beku dalam waktu.
Baca juga: Wisata 2026 Berubah Arah, dari Destinasi ke Pengalaman
Penumpang bisa memilih perjalanan non-stop selama tujuh hari. Tapi, banyak yang sengaja turun di kota seperti Novosibirsk atau Irkutsk. Mereka memperpanjang perjalanan jadi 14 sampai 20 hari. Lebih lama, tapi lebih kaya pengalaman.
Rossiya, Ikon di Atas Rel
Rangkaian paling terkenal di jalur ini adalah Rossiya.
Kereta ini dirancang untuk jarak jauh. Ada kompartemen kelas dua dengan empat tempat tidur. Ada kelas tiga dengan konsep terbuka. Tempat tidur bisa dilipat menjadi kursi saat siang hari.
Ingin privasi penuh? Penumpang bisa menyewa satu kompartemen dengan membeli empat tiket sekaligus.
Di dalam kereta tersedia gerbong restoran, toilet, serta ruang cuci di setiap ujung koridor. Selama sepekan, gerbong menjadi rumah berjalan. Orang asing bisa berubah jadi teman perjalanan.

Tiga Jalur, Tiga Pengalaman
Selain rute utama Moskow–Vladivostok, ada dua percabangan populer.
Pertama, Trans-Mongolian Railway. Jalur ini menuju Beijing lewat Ulan Bator, Mongolia. Penumpang bisa menyaksikan padang rumput Mongolia yang terbuka luas.
Baca juga: Hotel Setipis Ini Ada di Salatiga, View-nya Langsung Gunung
Kedua, Trans-Manchurian Railway. Rute ini juga berakhir di Beijing, tetapi melewati China utara tanpa masuk Mongolia.
Setibanya di Vladivostok, perjalanan bisa dilanjutkan dengan kapal laut ke Korea, Jepang, atau China. Semua tanpa pesawat.
Jalur Legendaris Dunia
Sebelum situasi geopolitik membatasi akses wisatawan asing, Trans-Siberia menjadi favorit pelancong global. Banyak yang memulai perjalanan dari London menuju Moskow, lalu menyambung ke jalur ini.
Baca juga: Thailand, Negeri Seribu Senyum dan Lautan Biru Mempesona
Majalah National Geographic menyebutnya sebagai salah satu jalur kereta paling legendaris di dunia. Alasannya, lintasannya membentang hampir sepertiga daratan bumi.
Menguji Sabar di Era Serba Cepat
Di zaman serba instan, duduk berhari-hari di atas kereta terdengar ekstrem. Tapi, justru di situlah daya tariknya.
Trans-Siberia memaksa penumpang memperlambat waktu. Tanpa bandara. Tanpa transit. Hanya rel panjang dan lanskap yang berubah perlahan.
Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar perjalanan. Ini cara baru melihat dunia, dengan sabar, pelan, dan penuh kesadaran. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.