Lowongan Lagi Seret? 67% Perusahaan Belum Buka Rekrutmen Baru

Pencari kerja menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah perusahaan yang menahan rekrutmen baru. Foto: Ilustrasi/ Edward Jenner/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Lagi kirim CV tapi belum dapat panggilan? Bisa jadi bukan karena kamu kurang usaha, tapi memang peluang kerja sedang mengetat.

Data terbaru dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menunjukkan 67 persen perusahaan belum berencana merekrut karyawan baru. Bahkan, 50 persen perusahaan belum memiliki rencana ekspansi dalam lima tahun ke depan.

Artinya jelas, pertumbuhan lowongan kerja tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja.

Peluang Makin Ketat

Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, menyebut kondisi ini sebagai sinyal yang perlu diperhatikan.

Perusahaan kini lebih memilih menahan ekspansi. Fokus mereka bukan lagi tumbuh cepat, tapi menjaga stabilitas bisnis.

Baca juga: PHK Awal 2026 Capai 8.389 Orang, Pemerintah Siapkan Sistem Deteksi Dini

Dampaknya langsung terasa di pasar kerja. Satu posisi bisa diperebutkan puluhan hingga ratusan pelamar.

Investasi Tak Ramah Tenaga

Masalahnya tidak berhenti di situ. Arah investasi juga ikut berubah.

Investasi yang masuk ke Indonesia cenderung bergerak ke sektor padat modal, mengandalkan teknologi dan mesin, bukan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Sebaliknya, sektor padat karya seperti tekstil, garmen, dan manufaktur ringan justru mulai ditinggalkan.

Padahal, sektor ini selama ini jadi penopang utama penyerapan tenaga kerja, terutama untuk kelompok menengah ke bawah.

Terbatasnya ekspansi perusahaan membuat peluang kerja baru ikut melambat. Foto: Ilustrasi/ Acan Tami/ Pexels.
Aturan Jadi Pertimbangan

Faktor regulasi juga ikut berperan.

Pelaku usaha menilai fleksibilitas aturan ketenagakerjaan menjadi salah satu kunci dalam menarik investasi. Negara dengan regulasi yang lebih adaptif dinilai lebih kompetitif.

Baca juga: Bukan Malas, Ini Alasan Perempuan Gen Z Sulit Dapat Kerja

Di sisi lain, regulasi tetap harus melindungi pekerja.
Di sinilah dilema muncul, antara menjaga hak pekerja dan membuka peluang kerja yang lebih luas.

Bukan Sekadar Kerja

Tantangan hari ini bukan cuma soal dapat pekerjaan. Kualitas kerja juga jadi isu penting. Upah, kepastian kontrak, dan peluang berkembang kini semakin diperhatikan, terutama oleh generasi muda.

Artinya, pekerjaan yang tersedia belum tentu menjawab kebutuhan jangka panjang.

Alarm untuk Gen Z

Kondisi ini jadi alarm untuk pencari kerja, terutama Gen Z.

Lowongan tidak hilang. Tapi tidak sebanyak dulu.
Perusahaan lebih selektif. Kompetensi jadi pembeda utama.

Baca juga: WFH Tak Kurangi Gaji dan Cuti, Menaker Pastikan Hak Pekerja Tetap Aman

Di tengah peluang yang menyempit, strategi harus berubah.
Bukan hanya kirim CV sebanyak mungkin, tapi juga meningkatkan skill yang relevan dengan kebutuhan industri.

Karena pada akhirnya, yang siap akan tetap punya tempat. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *