
Mulamula.id – Tidak banyak orang punya dua karier ekstrem sekaligus. Satu kaki berdiri di dunia militer. Satu kaki lain pernah melayang ratusan hari di luar angkasa.
Itulah jejak Andrew R. Morgan.
Setelah 12 tahun berkarier di NASA, Brigadir Jenderal Angkatan Darat Amerika Serikat itu resmi pensiun dari badan antariksa tersebut. Namun, ia tidak benar-benar berhenti mengabdi. Morgan melanjutkan tugasnya di militer AS.
Namanya mungkin tidak sepopuler Neil Armstrong atau Buzz Aldrin. Tapi, rekam jejaknya di Stasiun Luar Angkasa Internasional membuatnya masuk dalam daftar astronaut dengan pengalaman misi panjang dan berat.
Morgan pernah menghabiskan 272 hari di luar angkasa. Ia tinggal dan bekerja di International Space Station atau ISS. Selama misi itu, ia mengelilingi Bumi lebih dari 4.300 kali dan menempuh jarak lebih dari 185 juta kilometer.
Bagi pembaca muda, ini bukan sekadar cerita tentang astronaut. Ini juga cerita tentang disiplin, sains, kerja tim, dan keberanian mengambil peran di tempat yang tidak biasa.
Berangkat Saat Momen Bersejarah
NASA memilih Andrew Morgan sebagai bagian dari kelas astronaut ke-21 pada Agustus 2013. Enam tahun kemudian, ia terbang ke ISS menggunakan wahana Soyuz MS-13 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan.
Tanggal peluncurannya juga simbolis. Morgan berangkat pada 20 Juli 2019, bertepatan dengan peringatan 50 tahun pendaratan Apollo 11 di Bulan.
Di ISS, Morgan bertugas sebagai flight engineer untuk Ekspedisi 60, 61, dan 62. Tugasnya bukan hanya tinggal di orbit. Ia ikut menjalankan ratusan eksperimen sains, uji teknologi, dan perawatan stasiun luar angkasa.
Baca juga: Suni Williams Ukir Sejarah, Astronot Perempuan dengan Waktu Spacewalk Terlama
ISS sendiri adalah laboratorium raksasa yang mengorbit Bumi. Di sana, astronaut dari berbagai negara meneliti banyak hal, mulai dari tubuh manusia, material baru, teknologi antariksa, hingga dampak mikrogravitasi.
Dengan kata lain, Morgan tidak hanya “pergi ke luar angkasa”. Ia bekerja di salah satu tempat riset paling ekstrem yang pernah dibuat manusia.
Tujuh Kali Berjalan di Luar Angkasa
Salah satu catatan paling kuat dari karier Morgan adalah aktivitas spacewalk atau berjalan di luar stasiun luar angkasa.
Selama sembilan bulan di ISS, ia melakukan tujuh spacewalk dengan total waktu 45 jam 48 menit. Capaian itu memecahkan rekor spacewalk dalam satu misi penerbangan antariksa oleh astronaut Amerika Serikat.
Baca juga: Enam Bulan ‘Terjebak’ di Orbit, Astronot NASA Akhirnya Pulang
Spacewalk bukan aktivitas biasa. Astronaut harus keluar dari ruang aman stasiun, mengenakan pakaian khusus, lalu bekerja di lingkungan hampa udara. Kesalahan kecil bisa berisiko besar.
Empat dari tujuh spacewalk Morgan dilakukan untuk memperbaiki Alpha Magnetic Spectrometer. Alat ini adalah detektor fisika partikel yang dipasang di ISS. Tugasnya mencari jejak antimateri dan materi gelap.

Materi gelap adalah salah satu misteri terbesar dalam sains modern. Para ilmuwan percaya materi ini membentuk sebagian besar alam semesta, tetapi belum bisa diamati secara langsung dengan cara biasa.
Karena itu, perbaikan instrumen seperti Alpha Magnetic Spectrometer bukan sekadar pekerjaan teknis. Tapi, bagian dari upaya manusia memahami isi alam semesta.
Dari Dokter, Pasukan Khusus, ke Astronaut
Latar belakang Morgan juga tidak biasa. Sebelum menjadi astronaut, ia adalah dokter gawat darurat bersertifikat. Menurut keterangan resmi NASA, Morgan juga pernah bertugas di unit pasukan khusus elite Angkatan Darat AS di berbagai wilayah dunia.
Ia lulusan United States Military Academy di West Point, Uniformed Services University of the Health Sciences, dan U.S. Army War College.
Kombinasi itu membuat Morgan membawa tiga dunia ke dalam satu karier: kedokteran, militer, dan eksplorasi antariksa.
Baca juga: Jalan Luar Biasa Jonny Kim, dari Prajurit Elit hingga Astronot
Di NASA, ia tidak hanya menjalani misi luar angkasa. Morgan juga pernah memegang sejumlah posisi penting. Ia bertugas sebagai kepala cabang dukungan misi di Astronaut Office, penghubung tim astronaut dengan mission control, serta komandan detasemen Angkatan Darat.
Dalam dua tahun terakhir di NASA, Morgan kembali menjalani penugasan rotasi ke Angkatan Darat AS. Ia menjadi komandan U.S. Army Garrison Kwajalein Atoll dan penasihat militer senior untuk Duta Besar AS di Republik Kepulauan Marshall.
Kini, ia bertugas sebagai commanding general di White Sands Missile Range, New Mexico.
Mengapa Kisah Ini Penting?
Kisah Andrew Morgan menunjukkan bahwa eksplorasi antariksa tidak hanya soal roket, teknologi canggih, atau pemandangan Bumi dari orbit.
Di baliknya, ada manusia dengan disiplin panjang. Ada kerja ilmiah yang teliti. Ada kolaborasi lintas negara. Ada juga risiko besar yang harus dikelola dengan tenang.
Morgan sendiri menyebut pengabdiannya di program antariksa AS sebagai kehormatan. Ia bangga bisa mewakili negaranya dalam misi internasional yang mempertemukan kemampuan terbaik manusia untuk tujuan bersama.
Baca juga: Katy Perry Menjadi Astronot, Misi Bersejarah Bersama Blue Origin
Pernyataan itu penting. Sebab, ISS bukan hanya simbol kekuatan teknologi. Ia juga simbol kerja sama. Di tengah dunia yang sering terbelah oleh politik dan konflik, stasiun luar angkasa memperlihatkan sisi lain manusia: bisa bekerja bersama ketika tujuannya lebih besar.
Morgan kini meninggalkan korps astronaut. Tapi, jejaknya tetap tertinggal di orbit.
Bagi Gen Z, kisah ini bisa dibaca dengan sederhana. Masa depan tidak selalu dibangun lewat satu jalur karier. Kadang, ia lahir dari pertemuan banyak disiplin: sains, keberanian, kepemimpinan, dan rasa ingin tahu yang tidak berhenti di permukaan Bumi. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.