Aksara | Satu Pekan, Dua Momentum

Langit senja dengan bulan yang mulai tampak, penanda waktu yang datang berbeda bagi setiap orang, namun hadir di ruang yang sama. Foto: Ilustrasi/ Ivan Lopez/ Pexels.
Dua Penanda Waktu

PADA 17 Februari 2026, warga keturunan Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2577. Sehari setelahnya, jika tidak ada perubahan penetapan resmi, umat Islam memasuki awal Ramadan.

Dua tanggal yang berurutan.
Dua momentum yang berbeda.
Satu ruang hidup yang sama.

Tidak untuk dibandingkan. Tidak untuk disatukan. Hanya berdampingan dalam kalender yang sama.

Harapan yang Dirayakan

Imlek adalah momen pembaruan harapan. Tentang keluarga, kesehatan, dan keberuntungan di tahun yang baru. Imlek dirayakan dengan kebersamaan, doa, dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Baca juga: Aksara | Buku yang Tak Terbeli

Bagi yang merayakan, Imlek adalah ruang sukacita yang intim dan personal.

Pengendalian Diri yang Diniatkan

Ramadan hadir dengan irama yang berbeda. Ramadan dimulai dengan niat, dijalani dengan pengendalian diri, dan diisi dengan refleksi batin. Puasa bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan latihan spiritual yang dijalani dengan kesungguhan.

Baca juga: Aksara: Ketika Bencana Tak Lagi Mengejutkan

Bagi yang menjalankannya, Ramadan adalah waktu untuk menata ulang hubungan dengan diri, sesama, dan memperdalam kesadaran spiritual.

Kalender dan Kedewasaan Sosial

Yang menarik bukan hanya tanggalnya, melainkan cara kita menyikapinya. Dalam masyarakat yang beragam, kalender sering kali mempertemukan berbagai tradisi dalam waktu yang berdekatan.

Tidak semua orang merayakan keduanya. Namun, semua hidup dalam ruang sosial yang sama. Ada yang menyalakan lentera. Ada yang mempersiapkan sahur pertama. Dan kehidupan tetap berjalan, saling memberi ruang tanpa harus saling menjelaskan.

Baca juga: Aksara: Hari Pertama Tahun

Barangkali kedewasaan bukan tentang menyamakan perbedaan. Melainkan tentang memahami bahwa perbedaan itu memang ada, dan tetap bisa hidup berdampingan tanpa kegaduhan.

Salam literasi.

Catatan Redaksi
  • Aksara adalah rubrik khusus mulamula.id yang hadir setiap akhir pekan untuk menggugah publik agar kembali ke khitah ilmu, yakni membaca, memahami, dan berpikir. Lewat tulisan reflektif, satir, hingga inspiratif, Aksara mengingatkan bahwa peradaban besar tidak lahir dari kecepatan scroll, tapi dari halaman yang dibaca dengan sabar.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Dukung Jurnalisme Kami: https://saweria.co/PTMULAMULAMEDIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *