
JAKARTA, mulamula.id – Eksplorasi luar angkasa kembali bergerak. NASA resmi menyiapkan misi baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) lewat program Crew-13. Peluncuran dijadwalkan tidak lebih awal dari pertengahan September. Lebih cepat dari rencana awal.
Langkah ini bukan sekadar perubahan jadwal. Ini sinyal bahwa rotasi kru ke orbit Bumi kini semakin intens. Dan ritme eksplorasi manusia di luar angkasa makin dipercepat.
Empat Astronot, Tiga Negara
Misi ini melibatkan empat kru dari tiga lembaga antariksa. Dua dari NASA, satu dari Canadian Space Agency, dan satu dari Roscosmos.
Jessica Watkins akan memimpin sebagai komandan. Luke Delaney menjadi pilot. Sementara Joshua Kutryk dan Sergey Teteryatnikov bertugas sebagai spesialis misi.
Setibanya di ISS, mereka akan bergabung dalam Expedition 75. Fokusnya jelas: sains dan teknologi.
Bukan Sekadar Pergi ke Luar Angkasa
Misi Crew-13 adalah bagian dari Commercial Crew Program. Ini kolaborasi antara NASA dan sektor swasta, termasuk SpaceX.
Ini juga menjadi rotasi kru ke-13 menggunakan kapsul Dragon.
Baca juga: Cygnus XL Meluncur, 11.000 Pon Riset Masa Depan Menuju ISS
Percepatan jadwal dari November ke September punya tujuan strategis. NASA ingin meningkatkan frekuensi misi. Artinya, lebih banyak eksperimen bisa dilakukan dalam waktu lebih singkat.
Dan itu penting.
Karena ISS bukan sekadar “rumah” di orbit. Ia adalah laboratorium mikrogravitasi. Tempat eksperimen yang tidak bisa dilakukan di Bumi.
Siapa Jessica Watkins?
Watkins bukan nama baru.
Ia sudah pernah ke ISS pada misi Crew-4 tahun 2022. Total 170 hari di luar angkasa. Latar belakangnya geolog. Ia bahkan pernah meneliti permukaan Mars dan terlibat dalam tim rover Curiosity.
Baca juga: Artemis II Pulang ke Bumi, Misi 10 Hari Buka Jalan Manusia Kembali ke Bulan
Misi ini akan mencatat sejarah kecil. Watkins menjadi astronot NASA pertama yang dua kali terbang dengan kapsul SpaceX Dragon.
Generasi Baru Astronot
Luke Delaney menjalani penerbangan pertamanya. Ia mantan pilot angkatan laut AS. Pernah terlibat operasi di kawasan Asia Pasifik.
Joshua Kutryk juga debut. Latar belakangnya pilot tempur Kanada dan insinyur uji penerbangan.
Sergey Teteryatnikov melengkapi formasi. Ia berasal dari dunia teknik kelautan Rusia sebelum menjadi kosmonot.
Komposisi ini menarik. Kombinasi pengalaman dan debutan. Representasi kolaborasi global yang masih bertahan di tengah dinamika geopolitik.
Kenapa ISS Masih Penting?
Selama lebih dari 25 tahun, manusia hidup dan bekerja di ISS tanpa henti.
Stasiun ini jadi fondasi penting bagi masa depan eksplorasi.
Baca juga: Foto Pertama Artemis II Ungkap Sisi Bulan yang Tak Pernah Dilihat Manusia
Dari ISS, NASA mempelajari efek jangka panjang hidup di luar angkasa. Menguji teknologi baru. Menyiapkan manusia untuk misi yang lebih jauh.
Targetnya bukan lagi orbit Bumi.
Melainkan Bulan, lewat program Artemis program. Dan dalam jangka panjang, Mars.
Dampaknya ke Bumi
Mungkin terdengar jauh. Tapi hasil riset di ISS berdampak langsung ke kehidupan di Bumi.
Mulai dari teknologi medis, material baru, hingga sistem energi dan pangan.
Artinya, setiap peluncuran bukan hanya tentang luar angkasa.
Tapi juga tentang masa depan di Bumi.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.