Masuk Raudhah Gratis, Kalau Diminta Bayar itu Penipuan

Suasana Raudhah di Masjid Nabawi, Madinah. Area yang dikenal sebagai “taman surga” ini hanya bisa diakses melalui jalur resmi tanpa biaya. Foto: Dok. Kemenhaj dan Umrah.

MADINAH, mulamula.id – Kementerian Haji dan Umrah mengingatkan jemaah Indonesia untuk tidak mudah percaya pada tawaran masuk Raudhah berbayar. Akses ke area suci di Masjid Nabawi itu dipastikan gratis dan hanya melalui jalur resmi.

Peringatan ini muncul karena maraknya modus penipuan yang menyasar jemaah. Salah satunya, tawaran “jalur cepat” masuk Raudhah dengan imbalan uang. Modus lain, tautan mencurigakan terkait kartu Nusuk yang dikirim lewat WhatsApp.

Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, menegaskan tidak ada biaya untuk masuk Raudhah.

“Jangan percaya jika ada yang meminta bayaran. Jangan juga klik link yang dikirim dengan alasan kartu Nusuk bermasalah,” ujarnya.

Akses Resmi Saja

Masuk ke Raudhah hanya bisa melalui sistem barcode. Ada dua jalur resmi. Pertama, tasrih atau izin kolektif untuk rombongan. Kedua, melalui aplikasi Nusuk bagi jemaah mandiri.

Di luar dua mekanisme ini, hampir pasti itu penipuan.

Baca juga: 122 Kloter Berangkat, Layanan Haji 2026 Stabil

Sistem ini dibuat untuk memastikan akses berjalan tertib. Jemaah tidak bisa masuk secara bebas tanpa jadwal.

Modus Makin Variatif

Petugas juga menemukan oknum yang menyamar sebagai petugas resmi. Mereka memanfaatkan situasi padat jemaah untuk meminta bayaran.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa seluruh jemaah punya hak yang sama. Tidak ada jalur VIP berbayar.

“Kalau ada yang menawarkan jasa berbayar, segera laporkan ke petugas,” katanya.

Kuota dan Jadwal Ketat

Pemerintah Arab Saudi menerapkan sistem kuota ketat. Hingga 28 April 2026, lebih dari 25 ribu jemaah Indonesia sudah mendapat tasrih.

Distribusinya hampir seimbang antara laki-laki dan perempuan. Semua diatur berbasis jadwal.

Dalam praktiknya, satu barcode bisa mencakup satu rombongan. Misalnya 150 orang. Karena itu, jemaah harus berkumpul lengkap sebelum masuk.

Langkah ini untuk memastikan kuota tidak terbuang sia-sia.

Batas Usia Dilonggarkan

Aturan usia juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya dibatasi hingga 41 tahun, kini diperluas hingga 60 tahun.

Jemaah di atas usia tersebut tetap bisa masuk. Namun, melalui mekanisme khusus yang disiapkan petugas.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, memastikan seluruh skema dirancang agar jemaah tetap terlayani.

Kunci, Jangan Tergoda

Pesan utamanya sederhana.

Masuk Raudhah itu gratis. Tidak perlu bayar. Tidak perlu klik link asing. Tidak ada jalan pintas.

Jika ada yang menawarkan akses instan dengan imbalan uang, itu patut dicurigai.

PPIH menegaskan tidak akan mentoleransi praktik pungutan liar dalam bentuk apa pun. Jemaah diminta aktif melapor jika menemukan indikasi penipuan.

Di tengah ibadah yang sakral, kewaspadaan jadi kunci. Agar niat baik tidak berujung kerugian. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *