Rel MRT HI-Thamrin Tersambung, Jakarta Makin Terkoneksi

Penumpang berada di dalam rangkaian MRT Jakarta. Penyambungan rel Bundaran HI–Thamrin menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan MRT fase 2A. Foto: Dok. MRT Jakarta.

JAKARTA, mulamula.id Rel MRT antara Bundaran HI dan Thamrin akhirnya tersambung pada awal April. Ini bukan kabar besar yang langsung terasa hari itu juga. Tapi dampaknya pelan-pelan akan mengubah cara orang bergerak di Jakarta.

Di titik ini, fase 1 dan fase 2A mulai benar-benar terhubung.

Kerja Sunyi di Bawah Tanah

Awal April lalu, sekitar pukul 01.30 WIB, pekerjaan berlangsung di kedalaman 18 meter. Tidak ramai. Tidak banyak suara. Hanya komunikasi lewat radio dan suara mesin penyuplai udara.

Saat beton mulai dialirkan ke jalur rel, tim bekerja cepat. Mereka memastikan cetakan terisi sempurna. Di situlah dua fase MRT akhirnya tersambung.

Momen ini mungkin tidak terlihat dari atas. Tapi, justru di titik seperti ini proyek besar diuji.

Belum Bisa Dinaiki

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, memastikan pengecoran jalur utara Bundaran HI–Thamrin sudah selesai. Berikutnya, pekerjaan berlanjut ke jalur selatan dan segmen Thamrin–Monas.

Baca juga: MRT Jakarta Menuju Kota Tua, Proyek Fase 2A Tembus 57 Persen

Targetnya masih panjang.
Struktur dasar rel ditargetkan rampung pada 2026.
Seluruh pekerjaan sipil pada 2027.

Artinya, meski rel sudah tersambung, MRT belum bisa langsung digunakan dalam waktu dekat.

Teknologi yang Tak Terlihat

Rel yang digunakan tidak disusun sembarangan. Sistem Direct Fixation Track dipakai untuk memastikan daya tahan tinggi dan perawatan lebih sederhana.

Di beberapa titik, digunakan bantalan sintetis berbasis serat kaca dan poliuretan. Lebih ringan dari beton, tapi lebih tahan terhadap lingkungan ekstrem.

Baca juga: MRT Bikin Mal Jakarta Naik Kelas

Penyambungannya juga tidak biasa. Metode Continuous Welded Rail membuat rel hampir tanpa sambungan terasa. Lebih halus saat dilalui, sekaligus lebih stabil.

Hal-hal seperti ini jarang diperhatikan penumpang. Tapi, justru menentukan pengalaman perjalanan nanti.

Dampaknya ke Kota

Bundaran HI dan Thamrin adalah pusat aktivitas. Ketika jalur ini tersambung, dampaknya bukan hanya soal transportasi.

Baca juga: MRT Timur-Barat Siap Dibangun, Jakarta–Bekasi Jadi Prioritas 2026

Pergerakan orang bisa berubah.
Waktu tempuh bisa ditekan.
Dan pilihan untuk tidak membawa kendaraan pribadi jadi lebih masuk akal.

Perubahannya mungkin tidak langsung terasa.
Tapi, arahnya sudah mulai jelas. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *