
JAKARTA, mulamula.id – Perubahan iklim tidak lagi terasa jauh. Dampaknya hadir dalam keseharian. Dari suhu yang makin panas hingga cuaca yang makin ekstrem. Di titik ini, aksi tidak bisa lagi ditunda.
Momentum Hari Bumi dimanfaatkan untuk mendorong perubahan. IDXCarbon bersama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), Bank Mandiri, dan Jejakin meluncurkan kampanye “Aku Net-Zero Hero”. Targetnya, membuat publik bisa ikut berkontribusi dalam pengurangan emisi, langsung dari aktivitas sehari-hari.
Bukan lewat jargon besar. Tapi, lewat langkah sederhana. Terukur. Dan bisa diakses siapa saja.
Aksi dari Genggaman
Kampanye ini terhubung dengan fitur Livin’ Planet di aplikasi Livin’ by Mandiri. Pengguna bisa menghitung jejak karbon mereka, lalu mengimbanginya melalui mekanisme carbon offset.
Baca juga: Pasar Karbon Turun ke Individu, Siap Jadi Gerakan Massal?
Carbon offset adalah cara untuk “menebus” emisi yang kita hasilkan. Caranya dengan membeli kredit karbon yang mendukung proyek penurunan emisi.
Di sini, aksi individu tidak berhenti sebagai simbol. Ia terhubung langsung dengan proyek nyata di lapangan.
Dari Limbah Jadi Energi
Kredit karbon yang digunakan dalam kampanye ini berasal dari proyek energi bersih milik Pertamina NRE. Salah satunya dari pembangkit listrik tenaga biogas di Sei Mangkei.
Proyek ini mengolah limbah cair kelapa sawit atau POME menjadi listrik. Kapasitasnya mencapai 2,4 megawatt.
Baca juga: Bisakah Karbon Selamatkan Hutan Indonesia?
Dampaknya tidak kecil. Pengolahan ini mampu menekan emisi gas metana, salah satu gas rumah kaca yang jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.
Dengan kata lain, setiap offset yang dilakukan pengguna, ikut mendukung sistem energi yang lebih bersih.
Transisi yang Inklusif
Direktur SDM & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa, menegaskan bahwa kampanye ini menghubungkan aksi individu dengan dampak nyata.
Menurutnya, ketika seseorang melakukan offset, ia sebenarnya sedang mendukung proyek konkret seperti pengolahan limbah menjadi energi.
Baca juga: Kenapa Semua Perusahaan Tiba-tiba Butuh Software Akuntansi Karbon?
Di situlah letak kuncinya. Transisi energi tidak hanya soal kebijakan besar. Tapi juga soal bagaimana tindakan kecil bisa dikonversi menjadi dampak berkelanjutan.
Literasi Pasar Karbon
Kampanye ini juga membawa misi lain: memperluas pemahaman publik tentang pasar karbon.
Selama ini, pasar karbon terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, mekanisme ini menjadi salah satu instrumen penting menuju target net zero emission Indonesia pada 2060.
Dengan membuka akses langsung ke masyarakat, ekosistem ini diharapkan menjadi lebih inklusif. Lebih kredibel. Dan lebih partisipatif.
Dari Simbol ke Sistem
Pesannya sederhana. Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan. Ia sudah terjadi hari ini.
Karena itu, pendekatan juga harus berubah. Tidak cukup hanya kampanye. Harus ada sistem yang memungkinkan publik ikut terlibat.
Baca juga: Tagihan untuk Perusak Bumi, 66 Raksasa Fosil Diminta Bayar Utang Karbon
“Aku Net-Zero Hero” mencoba menjawab celah itu. Mengubah niat baik menjadi aksi yang bisa diukur.
Dan mungkin, di sinilah arah baru transisi energi dimulai, dari tangan banyak orang, bukan hanya dari meja kebijakan. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.