
BANYAK orang merasa sudah mendengar. Padahal, yang terjadi sering kali hanya menunggu giliran untuk merespons.
Di ruang kerja, hal ini muncul dalam bentuk yang sederhana. Seseorang sedang menjelaskan masalah, sementara orang lain sudah sibuk menyiapkan jawaban di kepalanya.
Akibatnya, percakapan berjalan. Tapi, pemahaman tidak benar-benar tumbuh.
Mendengar bukan sekadar membiarkan orang lain selesai berbicara. Mendengar adalah upaya memahami apa yang sebenarnya ingin disampaikan, termasuk hal-hal yang tidak selalu terucap.
Baca juga: Banyak Pemimpin Gagal Bukan Karena Tidak Pintar
Di titik inilah kepedulian menjadi penting. Bukan karena semua orang harus setuju, tetapi karena setiap orang ingin dipahami.
Kepemimpinan sering dimulai dari kemampuan yang terlihat sederhana, yakni mendengar dengan sungguh-sungguh.
Pendekatan kepemimpinan seperti ini tidak hanya bisa dipahami, tapi juga dilatih.
Amai Leadership mengembangkan berbagai program pembelajaran yang berfokus pada seni memimpin dengan kepedulian, membangun empati, ketangguhan, dan kepekaan dalam mengambil keputusan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tautan berikut: https://amaileadership.com/
Rubrik ini merupakan kolaborasi mulamula.id dengan Amai Leadership.