
Lowongan palsu mencatut Yamaha Musik dan Komatsu. Pencari kerja perlu memeriksa sumber sebelum menyerahkan data pribadi.
JAKARTA, mulamula.id – Menunggu panggilan wawancara bisa membuat setiap kabar lowongan terasa seperti kesempatan yang sayang dilewatkan. Apalagi jika unggahannya membawa nama perusahaan besar. Namun, sebelum mengirim lamaran, ada yang perlu diperiksa, siapa sebenarnya yang menerima data kita?
Pada Kamis, 29 Oktober 2026, InfoPublik memuat klarifikasi mengenai tautan lowongan palsu yang mencatut Yamaha Musik Indonesia dan Komatsu Indonesia. Keduanya mengarahkan calon pelamar ke formulir yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram aktif. Tautan tersebut diindikasikan sebagai modus phishing atau pencurian data.
Kasus ini mengingatkan bahwa jebakan rekrutmen tidak selalu dimulai dengan permintaan uang. Formulir yang tampak sederhana pun perlu diperiksa sebelum diisi.
Nama Besar Dicatut
Dalam kasus Yamaha Musik, unggahan beredar melalui Facebook. Informasinya menawarkan tautan pendaftaran yang ternyata mengarah ke halaman pengumpulan data pribadi, menurut klarifikasi InfoPublik.
Sementara itu, laman resmi Peluang Karir Yamaha yang diperiksa untuk artikel ini justru memuat keterangan: “Sebagai informasi, untuk saat ini semua posisi pada perusahaan kami telah terisi.” Keterangan tersebut menjadi pembanding penting terhadap tawaran yang beredar.
Baca juga: Magang Nasional Dibuka, Anak Muda Menanti Jalan Menuju Pekerjaan
Pada kasus Komatsu, informasi palsu beredar melalui TikTok. InfoPublik menjelaskan bahwa formulirnya meminta nama sesuai KTP dan nomor Telegram aktif. Pemeriksaan yang dirujuk dalam klarifikasi itu tidak menemukan lowongan yang sesuai dengan klaim unggahan tersebut pada kanal resmi perusahaan.
Nama perusahaan yang benar-benar ada tidak otomatis membuat setiap iklan yang memakai namanya menjadi sah.
Data Juga Berharga
Materi edukasi Kementerian Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa lowongan palsu dapat digunakan untuk mengumpulkan nomor KTP, informasi rekening, dan data sensitif lainnya. Informasi tersebut berpotensi disalahgunakan untuk pencurian identitas maupun penipuan lanjutan.
Karena itu, pelamar perlu membedakan kebutuhan administrasi rekrutmen dengan permintaan yang belum jelas tujuan dan penerimanya. Nama serta nomor kontak memang lazim dibutuhkan saat melamar. Persoalannya, apakah pihak yang meminta sudah terverifikasi?
Baca juga: AI Mengubah Pekerjaan, Lulusan Baru Mulai dari Mana?
BCA, dalam panduan keamanan tertanggal 10 Februari 2025, juga memperingatkan adanya lowongan palsu yang meminta informasi rahasia perbankan. Kode OTP, PIN, kata sandi, dan CVV/CVC tidak boleh diberikan kepada perekrut.
Periksa Sebelum Mengirim
Mulailah dari situs resmi perusahaan yang dicari secara mandiri. Buka bagian karier, kemudian cocokkan posisi, persyaratan, dan jalur pendaftarannya dengan unggahan yang diterima.
Jika perusahaan menggunakan platform rekrutmen pihak ketiga, pastikan ada rujukan dari kanal resminya. Tampilan formulir yang rapi saja belum cukup menjadi pegangan.
Baca juga: Wajah Karyawan Bukan Bonus Gratis untuk Iklan Perusahaan
Anwar Sanusi, yang saat menyampaikan imbauan Kemnaker pada Oktober 2024 menjabat sekretaris jenderal, menjelaskan bahwa perekrut palsu kerap memakai nama dan logo perusahaan terkemuka. Ia juga mengingatkan adanya permintaan biaya administrasi, pelatihan, atau akomodasi untuk melanjutkan seleksi.
Dalam imbauan terpisah pada bulan yang sama, Kepala Biro Humas Kemnaker saat itu, Sunardi Manampiar Sinaga, menyarankan verifikasi langsung melalui situs perusahaan atau pihak berwenang, serta menghindari pemberian informasi pribadi secara sembarangan.
Simpan Bukti Laporkan
Jika menemukan indikasi lowongan palsu, simpan tangkapan layar unggahan, alamat tautan, akun pengirim, dan percakapannya. Bukti tersebut membantu menjelaskan apa yang terjadi ketika membuat laporan.
Kemnaker menyediakan halaman Lapor Loker melalui Pasker ID. Formulirnya memuat kolom identitas perusahaan yang dicatut, kontak terduga, platform asal, tautan informasi, kronologi, serta lampiran bukti pendukung.
Mencari kerja membutuhkan tenaga dan harapan. Mengambil jeda untuk memeriksa sebuah tautan adalah bagian dari menjaga keduanya. Kesempatan yang layak diperjuangkan seharusnya memberi ruang bagi pelamar untuk memastikan siapa yang sedang mereka hadapi. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.