TKA Dimulai, Kabut Asap Menahan Langkah Sebagian Murid

Kabut asap menyelimuti lingkungan SMKN 1 Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Sekolah menerapkan belajar dari rumah untuk melindungi kesehatan murid. Foto: Ist/Disdik Kalteng.

Tes Kemampuan Akademik dimulai 26 Oktober. Di Kalimantan Tengah, kabut asap membuat pelaksanaannya bergeser ke November.

SENIN ini, sebagian siswa SMA dan sederajat mulai menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Di Kalimantan Tengah, peserta harus menunggu lebih lama. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ikut mengubah kalender pendidikan mereka.

Situasi ini memperlihatkan persoalan yang mudah luput ketika perhatian tertuju pada soal dan skor. Kondisi untuk mempersiapkan diri dan mengikuti tes bisa berbeda jauh antardaerah.

Kemendikdasmen menjadwalkan TKA reguler dalam dua gelombang, yakni 26-29 Oktober dan 2-5 November 2026. Pemerintah juga menyiapkan jadwal khusus dan susulan bagi peserta yang menghadapi kendala.

Di Kalimantan Tengah, Dinas Pendidikan menyatakan usulan penundaan telah disetujui Kemendikdasmen. Pelaksanaan dialihkan ke jadwal susulan November demi menjaga kesehatan dan keselamatan murid di tengah kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo menjelaskan, penundaan memberi murid waktu mempersiapkan diri sekaligus menunggu kondisi lingkungan membaik. Keterangan itu dimuat dalam publikasi resmi Disdik pada Sabtu, 24 Oktober.

Asap sampai ke ruang belajar

Gambaran gangguan itu terlihat di Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Dalam laporan Disdik pada 24 Oktober, SMKN 1 Buntok disebut menerapkan belajar dari rumah ketika kabut asap menyelimuti lingkungan sekitar sekolah.

Adinda Felizia, murid sekolah tersebut, menggambarkan langit yang berubah kuning kecokelatan dan pandangan yang sangat terbatas. Kesaksiannya dimuat dalam publikasi Disdik.

Belajar dari rumah menjaga kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Namun, perpindahan tempat belajar juga menuntut penyesuaian: bagaimana materi diterima, pertanyaan disampaikan, dan pendampingan diberikan ketika siswa sedang mempersiapkan tes.

Baca juga: Kabut Asap Memaksa Sekolah Daring Lagi

Dari sisi murid, penundaan disambut sebagai kesempatan memperkuat persiapan. Menurut publikasi Disdik, Ketua OSIS SMAN 1 Antang Kalang Riko Stepano ingin memanfaatkan tambahan waktu untuk belajar. Ia juga berharap karhutla mereda agar murid tetap sehat dan dapat mengikuti ujian dengan lancar.

Harapan itu sederhana. Mereka ingin menghadapi soal dengan kondisi yang memungkinkan untuk berkonsentrasi.

Kesempatan yang Perlu Dijaga

Skala penyelenggaraan TKA tahun ini besar. Kemendikdasmen mencatat 3.864.195 peserta telah mendaftar. Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Toni Toharudin menegaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah menjadi prioritas.

“Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama,” demikian penjelasan dalam siaran resmi kementerian. Kondisi sekolah menjadi dasar penentuan kebutuhan dukungan dan penyesuaian jadwal.

Bagi peserta reguler di Kalteng, Disdik mencantumkan jadwal susulan 16-19 November dan 23-26 November, sesuai kelompok yang ditetapkan. Murid perlu memastikan pembagian jadwal melalui sekolah masing-masing.

Penundaan merupakan langkah perlindungan. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan masa tunggu tetap memberi akses belajar yang memadai. Informasi jadwal harus sampai dengan jelas. Sekolah juga perlu mengetahui siswa mana yang membutuhkan bantuan untuk mengejar materi atau menjaga kesiapan mengikuti tes.

Tambahan hari di kalender baru bermanfaat ketika murid dapat menggunakannya dengan aman. Karena itu, pendampingan belajar dan pemantauan kondisi sekolah perlu berjalan bersama selama menunggu pelaksanaan susulan.

Bagi orang tua dan guru, situasi ini juga menjadi alasan untuk mendengar kekhawatiran siswa. Persiapan menghadapi tes mencakup pemahaman materi, kepastian informasi, dan ketenangan untuk menjalaninya.

TKA akan menghasilkan gambaran kemampuan akademik. Di balik hasil itu, ada proses belajar yang berlangsung dalam keadaan berbeda-beda.

Ketika asap ikut menentukan kapan seorang murid bisa mengikuti tes, perlindungan atas kesempatan belajar menjadi urusan yang sangat konkret. Murid membutuhkan ruang untuk mempersiapkan masa depan tanpa harus mempertaruhkan kesehatannya. ***

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *