Biomassa Lokal Jadi Bahan Baru Perawatan Gigi

Perawatan gigi modern makin ditopang inovasi biomaterial yang lebih aman, terjangkau, dan berkelanjutan. Foto: Cedric Fauntleroy/ Pexels.

JAKARTA, mulamula.id Perawatan gigi tidak hanya bicara soal dokter, alat, dan klinik. Di baliknya, ada teknologi material yang menentukan apakah jaringan gigi bisa pulih lebih baik, perawatan lebih aman, dan biaya lebih masuk akal.

Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN kini mengembangkan biomaterial mineral trioxide aggregate atau MTA berbasis biomassa. Material ini dirancang untuk kebutuhan kedokteran gigi, terutama perawatan saluran akar.

Teknologi di Balik Gigi

Inovasi ini menarik karena membawa dua isu sekaligus.

Pertama, kebutuhan material medis yang lebih terjangkau. Kedua, peluang memakai sumber daya lokal Indonesia untuk memperkuat kemandirian industri kesehatan.

MTA bukan material asing dalam dunia kedokteran gigi. Bahan ini banyak digunakan untuk perawatan endodontik, seperti saluran akar, pulp capping, root-end filling, dan perbaikan perforasi gigi.

Fungsinya penting. MTA membantu menutup jaringan gigi dengan baik, mendukung penyembuhan, dan memberi ruang bagi regenerasi jaringan.

Baca juga: Titanium Baru Buatan BRIN Disebut Bisa Bikin Implan Gigi Lebih Awet dan Aman

Namun, produk MTA komersial masih punya tantangan. Harganya relatif tinggi. Waktu pengerasan bisa lama. Beberapa sifat mekaniknya juga masih perlu ditingkatkan.

Di titik ini, biomassa mulai masuk sebagai alternatif.

BRIN mengembangkan MTA berbasis biomassa dengan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai sumber kalsium silikat. Pendekatan ini membuka kemungkinan hadirnya biomaterial kedokteran gigi yang lebih ekonomis, berkelanjutan, dan tetap aman dipakai.

Biomassa Jadi Alternatif

Peneliti BRIN Leny Yuliatun menjelaskan, biomassa memiliki potensi besar sebagai bahan material maju untuk aplikasi medis. Dengan pengolahan yang tepat, biomassa dapat menjadi biomaterial fungsional.

Artinya, sumber daya hayati tidak berhenti sebagai bahan mentah. Nilainya bisa naik menjadi produk kesehatan bernilai tinggi.

Hasil riset BRIN menunjukkan formulasi MTA berbasis biomassa dapat dimodifikasi dengan stronsia, zirkonia, dan hidroksiapatit. Modifikasi ini membantu meningkatkan karakter material.

Material yang dikembangkan disebut memiliki bioaktivitas tinggi. Material ini mampu membentuk apatit, berinteraksi baik dengan dentin, dan memenuhi standar radiopasitas untuk material endodontik.

Radiopasitas penting dalam kedokteran gigi. Dengan sifat ini, material dapat terlihat dalam pemeriksaan radiografi sehingga dokter gigi lebih mudah memantau hasil perawatan.

Baca juga: Clear Smile Ultra, Karya Dosen Indonesia untuk Solusi Gigi Tanpa Listrik

Pengujian biokompatibilitas juga menunjukkan material tersebut tidak bersifat toksik terhadap sel normal maupun mesenchymal stem cells. Ini menjadi sinyal awal bahwa material tersebut punya potensi aman untuk dikembangkan lebih lanjut.

Dibandingkan produk komersial, performanya disebut sebanding dalam aspek bioaktivitas dan biokompatibilitas. Kelebihan lain, bahan berbasis biomassa berpeluang menekan biaya produksi.

Bagi Indonesia, riset seperti ini bukan sekadar urusan laboratorium.

Pengembangan biomaterial berbasis biomassa bisa menjadi bagian dari ekonomi sirkular. Sumber daya lokal dimanfaatkan lebih jauh. Industri kesehatan mendapat bahan baku alternatif. Ketergantungan pada produk impor dapat dikurangi secara bertahap.

Namun, jalan menuju pemakaian luas masih panjang.

Menuju Industri Mandiri

BRIN masih perlu memperkuat standarisasi bahan baku biomassa, mengembangkan sistem hidrasi material, serta melanjutkan uji praklinis dan klinis. Tahapan ini penting agar inovasi tidak berhenti sebagai hasil riset, tetapi bisa masuk ke jalur hilirisasi.

Baca juga: Jarum Infus Sering Salah Tusuk? Kini Ada AI Pencari Pembuluh Darah

Jika proses itu berhasil, perawatan gigi masa depan bisa menjadi lebih dekat dengan kekuatan riset lokal.

Dari biomassa, Indonesia bukan hanya mendapat bahan baru. Indonesia juga mendapat peluang membangun industri kesehatan yang lebih mandiri, lebih hemat, dan lebih berkelanjutan.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *