
BANYAK orang masih percaya satu hal, laki-laki lebih mudah membangun otot dibanding perempuan. Alasannya klasik, testosteron. Tapi sains bilang, ceritanya tidak sesederhana itu.
Menurut Prof Leigh Breen dari University of Leicester, anggapan tersebut memang populer, tapi tidak sepenuhnya tepat.
Testosteron Bukan Segalanya
Laki-laki memang punya kadar testosteron lebih tinggi. Bahkan bisa 15 hingga 20 kali lipat dibanding perempuan. Hormon ini berperan dalam pembentukan massa otot.
Namun, itu bukan faktor penentu utama.
“Kalau dilihat dari perubahan relatif, persentase peningkatan otot, laki-laki dan perempuan merespons latihan dengan sangat mirip,” jelas Breen.
Baca juga: Cable Crossover, Multifungsi untuk Bakar Kalori dan Bentuk Otot
Temuan ini juga disorot dalam laporan The Guardian yang mengulas persepsi keliru soal hubungan testosteron dan pertumbuhan otot.
Latihan Nggak Perlu Dibedakan
Ini poin penting yang sering terlewat.
Kebanyakan orang tidak butuh program latihan yang dibedakan berdasarkan gender. Prinsip dasar resistance training tetap sama, beban progresif, konsistensi, dan pemulihan.
Baca juga: Elliptical Trainer, Solusi Ringan untuk Bakar Lemak Maksimal
Perbedaan biologis memang ada. Tapi secara umum, baik laki-laki maupun perempuan bisa mengikuti pendekatan latihan yang serupa, terutama di usia muda.
Komposisi Tubuh Tetap Berbeda
Di sinilah perbedaan nyata terlihat.
Perempuan cenderung memiliki persentase lemak tubuh lebih tinggi. Ini berkaitan dengan hormon estrogen dan fungsi biologis tubuh.
Meski latihan bisa mengubah komposisi tubuh, ada batas alami yang sulit dilampaui.
“Menurunkan lemak tubuh ke level sangat rendah biasanya butuh diet dan latihan ekstrem,” kata Breen.
Ada Risiko di Balik Tubuh “Terlalu Lean”
Banyak yang mengejar tubuh dengan lemak sangat rendah. Tapi untuk perempuan, kondisi ini bisa berdampak serius.
Lemak tubuh yang terlalu rendah bisa mengganggu keseimbangan hormon. Dampaknya tidak main-main. Siklus menstruasi tidak teratur hingga potensi gangguan kesuburan.
Baca juga: Rowing Machine, Menurunkan Berat Badan dengan Gerakan Mendayung
Jadi, mengejar tubuh ideal bukan sekadar estetika. Ada aspek kesehatan yang perlu dijaga.
Jadi, Siapa Lebih Unggul?
Jawabannya, tidak sesederhana itu.
Laki-laki mungkin punya keunggulan absolut dalam massa otot. Tapi dalam hal progres latihan, seberapa besar peningkatan dari titik awal, perempuan bisa mengejar dengan sangat kompetitif.
Yang lebih penting bukan gender, tapi konsistensi. ***
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel Mulamula.id dengan klik tautan ini.